Senin, 27 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Mengaku Bayar Pakai QRIS, Oknum Polisi Tipu Toko Helm di Cileunyi Bandung

Seorang oknum anggota polisi diduga melakukan aksi penipuan di Jalan Raya Cileunyi

ISTIMEWA
KASUS PENIPUAN - Seorang oknum anggota polisi diduga melakukan aksi penipuan di Jalan Raya Cileunyi, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama 


TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Seorang oknum anggota polisi diduga melakukan aksi penipuan di Jalan Raya Cileunyi, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung


Diketahui, kejadian tersebut terjadi pada Minggu (8/6/2025) pukul 10.00 WIB dan viral di media sosial baru-baru ini setelah korban menyebarkan rekaman CCTV toko. 


Kapolsek Cileunyi, Kompol Rizal Adam membenarkan, adanya kejadian tersebut. Di mana usai dicari tahu, pelaku tersebut benar merupakan anggota kepolisian.

Baca juga: Wacana Provinsi Sunda Caruban, Bupati Majalengka: Jangan Terjebak, Saat Ini Masih Nyaman di Jabar


"Kami cek pelakunya, sudah terdeteksi ternyata anggota polisi," ujarnya saat dikonfirmasi via telfon, Selasa (24/6/2025).


Lebih lanjut Rizal menerangkan, korban yang merupakan salah satu pemilik toko helm di Jalan Raya Cileunyi telah ditipu oleh oknum anggota polisi tersebut.


Atas penipuannya itu, kata Rizal, korban mengalami kerugian Rp380 ribu. Setelah itu korban sempat melaporkan kejadian tersebut Polsek Cileunyi.


"Awalnya, si korban itu melaporkan ke Polsek Cileunyi. Di mana beberapa hari ke belakang korban yang merupakan pemilik toko helm mendapati kerugian Rp380 ribu dari aksi penipuan itu," katanya.


Rizal mengungkapkan bahwa saat ini pelaku yang merupakan oknum polisi dari kesatuan Brimob tersebut, sudah naik perkaranya ke berita acara pemeriksaan (BAP).


"Nanti mau di tindak lanjuti. Brimob juga sudah monitor, sedang di proses. Ya sekarang sedang di proses di Propam," ucapnya.


Ditempat berbeda, korban yang berinisial RAF (30) menjelaskan insiden itu bermula ketika pelaku berpura-pura melakukan pembayaran non-tunai.


Saat kejadian pelaku mengaku akan membayar melalui metode QRIS karena tidak membawa uang tunai. Namun setelah sekian lama, korban mulai curiga.


"Tapi memang dia (pelaku) sempat scan barcode dulu, seolah-olah akan melakukan pembayaran. Setelah dari situ, kalau lihat dari CCTV, dia tetap terlihat mengedit dulu di handphonenya, jadi tidak langsung selesai," ujarnya.


RAF mejelaskan, usai jeda transaksi tersebut karyawannya langsung mendokumentasikan bukti pembayaran. Hal itu dilakukan untuk laporan pencatatan transaksi.

Baca juga: Live Streaming Asusila di Pangandaran Terbongkar, Pelaku Raup Puluhan Juta Lewat VCS


"Sama karyawan di foto untuk laporan, setelah itu (terduga) pelaku pergi. Saya setiap cek transaksi selalu malam setiap sudah tutup toko, jadi gak di saat itu. Ketika malam saya hitung totalan dan laporan, saat cek transaksi tersebut tidak ada," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved