Longsor di Gunung Kuda Cirebon
Sosok Dendi Irmawan Korban Longsor Galian C di Gunung Kuda Cirebon, Kerabat : Dia Ulet
Kerabat mengungkap bagaimana sosok Dendi, korban longsor di Gunung Kuda, Cirebon.
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Dendi Irmawan (45), korban longsor galian C di Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cimenyan, Kabupaten Bandung pada Sabtu (31/5/2025).
Semasa hidupnya, Dendi dikenal sebagai sosok pekerja keras dan tak pernah pilih-pilih pekerjaan.
Hal tersebut diungkapkan oleh kakak ipar almarhum Dendi, Neni Rukmiati (40).
Meskipun Dendi merantau ke Cirebon setelah bercerai dari istri pertamanya atau kakak kandung, Neni, selama di kampung halamannya di Cimenyan, almarhum Dendi merupakan sosok yang bertanggung jawab.
Menurut Neni, almarhum dikenal sebagai pribadi yang ulet dan tekun mencari nafkah.
Bahkan, Dendi sempat bekerja di peternakan ayam, pedagang, buruh bangunan, hingga akhirnya di pertambangan di Cirebon.
"Pas masih di sini, memang terkenal baik. Apalagi kalau soal pekerjaan, almarhum apa aja digarap. Kayak dulu di perternakan ayam, jualan, terus juga jadi pekerja banguanan," ujarnya kepada Tribun Jabar pada Sabtu (31/5/2025.
Setelah pindah ke Cirebon, Dendi mulai jarang pulang ke Bandung.
Menurut Neni, sudah dua tahun terakhir dirinya tak kembali ke kampung halaman.
Namun komunikasi dengan kedua anaknya tetap dijaga, meskipun lewat telepon.
"Kalau sama saya memang jarang ketemu, apalagi setelah cerai dari kakak saya. Tapi kata anaknya, sudah dua tahun tidak pulang ke sini. Waktu lebaran kemarin, anaknya yang paling besar ke Cirebon," ucapnya.
Neni menceritakan, kabar duka pertama kali diketahui dirinya dan keluarganya lewat media sosial.
Di mana kala itu, Neni mendapat kabar bahwa tempat kerja almarhum longsor dan menimpa Dendi.
Setelah mendapatkan kabar tersebut, Neni langsung menghubungi kakaknya dan datang ke rumah duka yang berada di Kampung Sukasari, Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.
"Dimakamkan tadi jam 09.00 WIB. Dimakamkan di Cimenyan atas permintaaan anak-anaknya, putra yang paling besar. Soalnya almaruhm di sana tidak punya anak, jadi pengen anak-anaknya di sini. Ditambah, almarhum orang sini, keluarga sama bapaknya masih ada di sini," ujarnya.
Baca juga: Tambang Gunung Kuda Ditutup, Sejumlah Pekerja Berharap KDM Bantu Carikan Alternatif Lapangan Kerja
Bupati Cirebon Imron Tiba-tiba Kumpulkan Keluarga Korban Longsor Gunung Kuda, Ada Apa? |
![]() |
---|
Penetapan Tersangka Kasus Gunung Kuda Cirebon Dipersoalkan, Ini Alasan Kuasa Hukum dan Keluarga |
![]() |
---|
Breaking News: Pemkab Cirebon Resmi Hentikan Proses Pencarian Korban Longsor Gunung Kuda |
![]() |
---|
Kapolresta Cirebon Kombes Sumarni Lintasi 24 KM Demi Kemanusiaan untuk Korban Longsor Gunung Kuda |
![]() |
---|
Tanah Bergerak 4 Meter, Pencarian Hari ke-6 Korban Gunung Kuda Cirebon Kembali Dihentikan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.