5 Syarat Remaja yang Bakal Dikirim Dedi Mulyadi untuk Wajib Militer

Selain itu, menurut Dedi Mulyadi, banyak pelajar saat ini merasa berkuasa namun lemah dalam segi ketahanan fisik.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
KDM DI MAJALENGKA - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (tengah), saat diwawancarai di Pendopo Bupati Majalengka, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Senin (24/3/2025) malam. 

TRIBUNCIREBON.COM - Dedi Mulyadi berencana mengirimkan remaja nakal ke pendidikan militer.

Gubernur Jawa Barat itu bahkan sudah menyebutkan syarat tersebut secara gamblang.

Salah satunya adalah pelajar yang gemar bermain Mobile Legend.

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga menegaskan pendidikan militer ini tak hanya soal fisik.

Dari kebijakan ini, KDM berharap kedisiplinan remaja nakal itu bisa digembleng.

Selain itu, menurut Dedi Mulyadi, banyak pelajar saat ini merasa berkuasa namun lemah dalam segi ketahanan fisik.

Hal itu disampaikan Dedi saat ditemui awak media di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025).

"Coba tanya deh ke jajaran TNI Polri, apa yang terjadi pada anak muda hari ini. Satu, tangannya rapuh, jadi ada orang yang ingin panco saja patah. Karena makanannya junk food. Kedua, kakinya kalau loncat latihan, loncat dari mobil patah dan keseleo, karena tidak pernah jalan kaki," kata Dedi.

Sementara itu di sisi lain, ungkap dia, dalam kondisi ini banyak orang tua hingga para guru yang merasa kewalahan dalam menghadapi para siswa.

Khususnya untuk guru, kata Dedi, mereka cenderung lebih takut apabila memberikan ketegasan kepada para murid yang bersalah.

Baca juga: Dedi Mulyadi Ingin Cirebon Jadi Jogjakarta-nya Jawa Barat, Disbudpar Komentar Begini

"Maka saya mengubah paradigma itu dengan cara apa, banyak orang tua yang hari ini tidak punya kesanggupan lagi menghadapi lagi anaknya. Banyak guru yang tidak punya kesanggupan untuk menghadapi murid-muridnya. Kenapa, dia keras dikit nanti dikriminalisasi," lanjutnya. 

Atas hal itu, mantan Ketua Komisi IV DPR RI itu berpandangan perlu dilakukan tindakan-tindakan yang nyata, terukur dan terencana terhadap perkembangan siswa.

Salah satu upayanya, kata Dedi, dengan memberikan pendidikan bersama dengan TNI dan juga Polri.

"Maka salah satu pilihannya adalah melibatkan TNI Polri menjadi bagian dari upaya pembinaan mereka. Siapa yang dibina, mereka yang mengalami kenakalan akut yang sudah mengarah kriminal," ujarnya.

Hanya saja pemberian pendidikan itu tidak dipaksakan, menurutnya, nantinya para orang tua siswa yang merasa memiliki anak dengan kenakalan akut, bisa menyerahkan putranya ke posko TNI yang akan dibentuk.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved