Kunker Menteri ke Majalengka
Breaking News: Menteri Wihaji Pagi-pagi ke Dapur MBG Majalengka, Ini yang Dilakukannya
Menteri Kependudukan dan Keluarga (Kemendukbangga) Wihaji melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Majalengka, Jawa Barat
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Menteri Kependudukan dan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (21/4/2025).
Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menyerahkan santunan kepada keluarga penerima manfaat.
Wihaji menyempatkan diri meninjau aktivitas dapur MBG yang dikelola oleh masyarakat setempat di Kelurahan Majalengka Kulon.
Tiba di lokasi sekitar pukul 07.45 WIB, ia langsung memasuki area dapur dan memantau sejumlah ruangan.
Baca juga: 1.877 Mahasiswa ITB Bakal Diwisuda Akhir Pekan Ini, Pihak Keluarga Disarankan Naik Transportasi Umum
Mengenakan alat pelindung diri lengkap, seperti pelindung kepala, sarung tangan, dan alas kaki, sang menteri tampak berdialog langsung dengan para pengelola dapur.
"Hari ini saya ada giat di Kabupaten Majalengka. Salah satunya mengecek SPPG khusus MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita non PAUD," ujar Wihaji kepada awak media, Senin (21/4/2025).
Ia menjelaskan, program MBG merupakan inisiatif baru dari Presiden Prabowo yang dilaksanakan oleh Kementerian Kemendukbangga/BKKBN sebagai upaya untuk meningkatkan gizi keluarga, terutama kelompok rentan.
"Salah satunya adalah membantu mendistribusikan makanan bergizi gratis untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita non PAUD."
"Alhamdulillah, saya lihat cek di dapur MBG Kelurahan Majalengka Kulon ini luar biasa, ini top menurut saya. SPPG-nya bagus, tinggal nanti dicek di lapangan," ucapnya.
Wihaji menyebut, program MBG di Majalengka masih dalam tahap uji coba, khusus untuk kategori ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Baca juga: Petugas Gabungan Selamatkan Wanita ODGJ yang Dipasung 6 Tahun di Desa Gadingan Indramayu
Tugas kementeriannya terbagi dalam tiga tahap, yakni pendataan, distribusi dan evaluasi.
"Kita mendata titik dalam radius 6 kilometer dari 3.294, artinya ada 329 sasaran untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Setelah itu didistribusikan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK)."
"Terakhir, kita lakukan evaluasi di lapangan. Kalau ada masalah, langsung kita tangani," jelas dia.
Wihaji menekankan pentingnya memastikan makanan yang diberikan benar-benar diterima oleh kelompok sasaran, bukan dikonsumsi oleh anggota keluarga lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/KUNKER-KE-MAJALENGKA-Menteri-Kependudukan-dan-KeluargaA.jpg)