Jumat, 17 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Peristiwa Jumat Agung

Begini Cara Jemaat Memaknai Peristiwa Jumat Agung 

Di hari Jumat itu ada tiga orang yang disalibkan di Golgatha. Tetapi tidak semua dari ketiga orang tersebut dipercayai sebagai yang menggenapi nubuata

Dok. Tribun Jabar
Pendeta HARAPAN NAINGGOLAN, Pembimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Prov. Jawa Barat 

Hamba ini mau mengalami semua itu, agar umat manusia, yang - karena dosa dan kejahatan mereka- memang seharusnya mengalaminya, tidak lagi mengalaminya. Dengan tegas penubuat ini mengatakan: penyakit kita yang ditanggungnya; kesengsaraan kita yang dipikulnya; dia tertikam karena pemberontakan kita; dia diremukkan karena kejahatan kita; kepadanya ditimpakan ganjaran-ganjaran agar kita selamat. TUHAN MENIMPAKAN KEPADANYA KEJAHATAN KITA SEKALIAN

Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Cirebon dan Kuningan Jebol Tembus Rp 2 Juta Per Gram, Pecah Rekor Termahal

(4) Di Perayaan Jumat Agung ini kembali dikumandangkan tentang apa yang sudah dikerjakan oleh TUHAN Allah bagi manusia. Dengan pengorbanan Yesus Kristus, umat manusia dapat memulai kehidupan mereka dengan kemanusiaan yang sudah diampuni dosa-dosanya.

Semua dosa manusia yang pernah terjadi, terhapuslah sudah, dan tidak perlu lagi diungkit-ungkit oleh siapapun dalam perjalanan bangsanya ke depan. Lembaran hidup baru itu memungkinkan seluruh umat manusia membangun masa depan bersama, dengan tidak mengulangi dosa yang sudah dihapus itu dan dengan tidak melakukan dosa-dosa yang baru. 

Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Cirebon dan Kuningan Jebol Tembus Rp 2 Juta Per Gram, Pecah Rekor Termahal

Kasih kembali dapat dihidupkan dan “meragi” pergaulan hidup seluruh umat manusia. Para pengikut Kristus menjadi generasi-generasi yang membuat Yesus Kristus puas. Mereka ibarat generasi keturunan yang berkelanjutan, yang membanggakan kakek/nenek moyang mereka. 

Beradanya Yesus Kristus di sorga kekal, membuat waktunya (umurnya) tidak berkesudahan. Hikmat Yesus Kristus telah membuat banyak orang menjadi orang “benar” dan tidak ditimpakan hukuman lagi di hadapan TUHAN Allah. Setiap raja atau orang besar/ pembesar yang menjadi murid-Nya akan bangga menjadi “jarahan” maupun “rampasan”-Nya. Berbahagialah setiap orang yang telah diampuni dosa-dosanya oleh karena Yesus Kristus telah menjadi tebusannya. Amin.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved