Jumat, 17 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Peristiwa Jumat Agung

Begini Cara Jemaat Memaknai Peristiwa Jumat Agung 

Di hari Jumat itu ada tiga orang yang disalibkan di Golgatha. Tetapi tidak semua dari ketiga orang tersebut dipercayai sebagai yang menggenapi nubuata

Dok. Tribun Jabar
Pendeta HARAPAN NAINGGOLAN, Pembimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Prov. Jawa Barat 

Oleh : Pendeta HARAPAN NAINGGOLAN
( Pembimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Prov. Jawa Barat )

TRIBUNCIREBON.COM BANDUNG: Di hari Jumat itu ada tiga orang yang disalibkan di Golgatha. Tetapi tidak semua dari ketiga orang tersebut dipercayai sebagai yang menggenapi nubuatan Firman TUHAN dalam Perjanjian Lama. 

Hanya Dia, yang bernama Yesus dari Nazareth, yang di bagian atas salibnya diletakkan papan bertuliskan: “Yesua ha Nazarene Melek Yisrael”/ ”Iesus Nazarenus Rex Iudaiorum”.

 Tentang Dia ditelusuri dalam Perjanjian Lama, karena perjalanan hidup-Nya dan apa yang diperbuat-Nya tidak pantas mendapat penyiksaan yang begitu hebat. 

Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Cirebon dan Kuningan Jebol Tembus Rp 2 Juta Per Gram, Pecah Rekor Termahal

Ada apa di balik semua peristiwa itu? Mengapa para tokoh agama Yahudi begitu hebat berusaha melenyapkan Yesus dari Nazareth tersebut? Apa maksud Allah dengan Yesus dari Nazareth ini? Apakah Dia benar sebagai orang yang dikutuk oleh TUHAN Allah karena ulah-Nya mengajar ajaran yang berbeda dengan ajaran tokoh-tokoh agama Yahudi dan karena Dia melakukan tindakan-tindakan menyelamatkan manusia dari penderitaan mereka bahkan menghidupkan orang mati? 

Apakah Dia ternyata seorang yang sangat taat kepada Firman TUHAN yang diajarkan dari Perjanjian Lama, dan sangat taat kepada TUHAN Allah?

Beberapa jawabannya ada di Kitab Perjanjian Lama. Salah satu dari jawaban itu adalah Yesaya 52:13 -  53:12. 

Dia itu adalah Hamba Yang menderita yang dikatakan dalam perikop panjang ini. Tidak ada manusia yang pernah lahir di dunia ini, yang perjalanan hidupnya dapat dicocokkan kepada apa yang dikatakan oleh nabi dalam kitab Yesaya jilid dua ini, selain dari pada Yesus dari Nazareth yang disalibkan di Golgatha. 

Baca juga: 5 Titik Lokasi SIM Keliling di Cirebon Hari Ini 18 April 2025, Siapkan 4 Syarat Penting Ini

(1) Dia itu disebut “hamba-Ku” (=hamba TUHAN), yaitu orang yang mematuhi TUHAN sebagai tuannya dengan segenap hati, kekuatan, jiwa, akalbudinya dan segenap eksistensinya, dalam mengerjakan apa yang disuruhkan dan diperintahkan kepadanya. 

Kesuksesan hamba ini melakukan tugasnya membuat Dia ditinggikan, disanjung dan dimuliakan, oleh para pengagumnya di dunia maupun oleh tuan-Nya (yaitu oleh TUHAN) sendiri.

Hamba yang sukses ini tidak dimodali dengan postur tubuh yang gagah tampan, dan wajah atau rupa yang sangat mempesona. Yang Dia miliki adalah “begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia”. (Yes.53:2). Dari sosok tubuh dan wajahnya saja sebenarnya Hamba ini sudah harus gagal dalam pengembanan tugasnya, karena dia dihina dan dihindari orang; orang menutup muka terhadap dia; dan dia tidak masuk hitungan. 

Baca juga: Melintasi Desa Pulutan, 14 Desa di Kecamatan Ngombol Purworejo Tergusur Tol Jogja-Cilacap

(2) Banyak bangsa dan banyak raja tercengang melihat karya hamba yang berhasil ini, karena karyanya benar-benar merupakan karya yang belum pernah dihasilkan oleh siapapun dalam sejarah kemanusiaan. Sudah ada manusia yang berhasil “menang dalam perang”, berhasil “menemukan ilmu yang paling canggih”, berhasil menciptakan alat-alat mutahir, berhasil sampai di bulan, berhasil menyelam ke dasar lautan terdalam, berhasil hidup di angkasa luar, berhasil membangun kerajaannya menjadi adikuasa, berhasil mengkloning manusia, berhasil menjadi tokoh agama yang diikuti miliaran manusia, dan banyak keberhasilan yang lain, tetapi semua keberhasilan tersebut tidak mencengangkan dan tidak membuat mulut terkatup karena mengaguminya.

 Keberhasilan-keberhasilan seperti itu masih keberhasilan manusiawi, dan tidak mendatangkan keselamatan kepada seluruh umat manusia. Karya-karya sedemikian paling membuat hidup agak lebih sejahtera, tetapi tidak mampu memberi keselamatan. Hamba yang disebut Yesaya ini membuat banyak bangsa dan raja-raja tercengang, karena karya-Nya mendatangkan keselamatan bagi seluruh umat manusia.

Baca juga: Dikabarkan Hengkang dari Klub Malaysia, Saddil Ramdani Gabung Persib Bandung? Ini Respon Bojan Hodak

(3) Karyanya yang menyelamatkan itu dapat diraihnya, karena Dia mau dan benar-benar mau menjadi hamba TUHAN yang menanggung penyakit dan memikul kesengsaraan seluruh umat manusia; mau tertikam, diremukkan, dipukuli hingga tubuhnya penuh bilur-bilur; mau dianiaya, ditindas dan Dia sama sekali tidak melawan kepada yang melakukan semua itu kepada-Nya; Dia diputus dari dunia orang hidup; dia kena tulah; kuburnya di kuburan orang fasik; dia dimatikan karena dipandang sebagai orang jahat padahal tidak. 

Tetapi bukan karena kejelekan rupanya atau karena dosanya atau karena keangkuhannya, maka Dia mengalami semuanya itu. Itu semua Dia alami sebagai pelampiasan murka TUHAN Allah. TUHAN berkehendak meremukkan Dia (53:10). TUHAN melampiaskan murka-Nya kepada Hamba ini, yang aturan murka itu seharusnya dilampiaskan kepada semua manusia berdosa. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved