Khutbah Jumat
Naskah Khutbah Jumat 14 Maret 2025: Ciri-ciri Orang Tertipu Bulan Suci Ramadhan
Naskah khutbah Jumat ini dapat dibacakan ketika khutbah salat Jumat pada hari ini, Jumat, 14 Maret 2025
Penulis: Sartika Harun | Editor: Sartika Rizki Fadilah
TRIBUNCIREBON.COM - Inilah naskah khutbah Jumat 14 Maret 2025 dalam rangka bulan puasa Ramadhan 2025/ 1446 Hijriah
Naskah khutbah Jumat ini dapat dibacakan ketika khutbah salat Jumat pada hari ini, Jumat, 14 Maret 2025.
Selengkapnya simak contoh khutbah jumat berikut ini:
Khutbah I
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَكْمَلُ الخَلْقِ عُبُودِيَّةً للهِ، وَأَعْظَمَهُمْ طَاعَةً لَهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبهِ
اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
Hadirin yang Berbahagia
Marilah kesempatan berada di Jumat terakhir di bulan ramadhan ini kita manfaatkan secara baik untuk meningkatkan takwallah. Dalam artian menjalankan segala yang diperintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.
Jamaah yang Dirahmati Allah SWT
Ramadhan hadir sebagai bulan yang paling istimewa di antara sebelas bulan lainnya. Keistimewaan tersebut terlihat dari dorongan untuk memperbanyak ibadah di bulan suci ini dan janji pelipatgandaan pahala bagi orang-orang yang tekun beribadah kepada Allah SWT. Sebuah bulan yang hari demi harinya, jam demi jamnya, dan menit demi menitnya, detik demi detiknya sangat berharga. Bagaimana tidak bernilai, bila tidur orang puasa saja dimasukkan sebagai perbuatan ibadah, diamnya setara dengan membaca tasbih, dan amal kebaikan sejajar dengan amal berlipat-lipat di luar Ramadhan.
Atas dasar keutamaan ini, tidak heran bila banyak orang berbondong-bondong menunaikan ibadah Ramadhan sebanyak-banyaknya. Mereka tidak hanya menahan makan dan minum, tapi juga menjalankan rutinitas di luar amalan fardhu. Mereka mulai memenuhi masjid, gemar bertadarus Al-Qur'an, zikir, shalat tarawih, memberi hidangan berbuka puasa, dan amalan-amalan sunnah lainnya.
Jamaah Shalat Jumat Hafidhakumullah
Baca juga: Materi Khutbah Jumat 14 Maret 2025: Menjaga Perilaku di Bulan Ramadhan
Tentu sangat menggembirakan menyaksikan gairah baru yang positif seiring dengan tibanya bulan penuh berkah ini. Masyarakat menjadi tampak semakin religius. Meskipun, kita tahu semangat yang sama tidak dialami oleh semua orang. Tetapi, setidaknya kita melihat gejala perkembangan yang lebih baik setidaknya selama satu bulan.
Ramadhan mendorong banyak orang untuk mengubah diri, istirahat sejenak dari kesibukan duniawi yang melelahkan, dan meninggalkan hal-hal buruk. Semoga seluruh amalan tersebut terlaksana atas dasar keimanan yang kokoh sehingga dapat membersihkan kotoran-kotoran masa lalu, sebagaimana sabda Nabi:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya, "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah Ta’ala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaqun ‘alaih)
Jamaah yang Mulia
Peningkatan intensitas dan frekuensi ibadah adalah hal yang baik. Hanya saja kita perlu seksama agar segenap upaya yang kita curahkan untuk beribadah tidak menguap sia-sia. Menguap sia-sia? Ya, ibadah tidak otomatis pasti bernilai ibadah. Ibadah juga mengandung jebakan-jebakan yang bila seorang hamba tidak hati-hati akan terperosok ke dalamnya. Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali dalam kitab Al-Kasyfu wat Tabyin menyebutnya sebagai al-maghrurin atau para pelaksana ibadah yang tertipu. Menurut Imam al-Ghazali, ketertipuan tersebut karena seorang ahli ibadah keliru dalam menempatkan skala prioritas.
Tipuan (ghurur) itu terjadi antara lain ketika seseorang hanyut dalam kesibukan ibadah-ibadah sunnah dan mengabaikan hal-hal yang wajib. Ia antara lain menyebut:
| Materi Khutbah Jumat Singkat: Refleksi Diri Tanda-tanda Iman Melemah |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat Besok: Keutamaan dalam Mencari Keridaan Illahi |
|
|---|
| Materi Khutbah Jumat 1 Mei 2026: Surga Menanti Hamba yang Berkhlak Mulia |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 24 April 2026: Menemukan Ketenangan dalam Shalat |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 24 April 2026: Bahaya Hawa Nafsu yang Merusak Diri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Ilustrasi-khutbah-Jumat-24112023.jpg)