Khutbah Jumat
Materi Khutbah Jumat 14 Maret 2025: Menjaga Perilaku di Bulan Ramadhan
Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.
Penulis: Sartika Harun | Editor: Sartika Rizki Fadilah
TRIBUNCIREBON.COM - Tribuners, menjalani ibadah puasa di bilan suci Ramadhan ini, bukan hanya kita menahan hawa nafsu saja melainkan pun juga menjaga perilaku kita di kehidupan sehari-hari.
Selain itu, dengan berpuasa di bulan suci Ramadhan pula, bertujuan untuk melindungi dan menjaga diri dari godaan setan yang selalu menjauhkan kita dari Allah.
Puasa menjadi benteng yang melindungi dari masuknya setan ke dalam jiwa.
Berbicara perihal Jumat esok hari, tepatnya di hari Jumat tanggal 14 Maret 2025, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.
Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.
Baca juga: Teks Khutbah Jumat Ramadhan: Ancaman Orang yang Nekat Membatalkan Puasa
Khutbah 1
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أما بعد
فَإِنِّيْ أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن. قَالَ اللهُ تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (سورة البقرة: 183) وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الصَّوْمُ جُنَّةٌ (متفق عليه)
Ma'asyiral muslimin rakhimakumullah.
Dengan didasari rasa syukur yang kita buka dengan memperbanyak kalimat alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, serta dengan shalawat kepada Baginda Rasulullah, kami mengingatkan diri kami pribadi sekaligus mengajak segenap jamaah kaum Muslimin seluruhnya untuk meningkatkan komitmen kita dalam bertakwa kepada Allah.
Dalam ayat yang telah kami bacakan tadi, kita telah diberikan petunjuk oleh Allah bahwa supaya kita selalu bertakwa, selalu terjaga dari hal-hal yang membahayakan diri kita di dunia maupun di akhirat, maka kita diwajibkan untuk berpuasa.
Kemudian Rasulullah saw menjelaskan dalam sebuah hadis yang telah kami sampaikan tadi, bahwa puasa adalah sebagai benteng, perisai, perlindungan diri. Itulah simbol ketakwaan, keterjagaan, keterlindungan yang terkandung dalam ayat: لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.
Hari ini, kita tengah berada di bulan Ramadan. Bulan bagi kita untuk menyempurnakan rukun Islam, yaitu puasa. Tanpa puasa Ramadan, keislaman kita tidak sempurna.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah mengibaratkan Islam seperti bangunan. Rukun Islam adalah tiang-tiang utama yang menegakkan bangunan. Sedangkan tiang bangunan ibarat kaki pada struktur tubuh kita. Jika salah satu tiang utama ini tidak ada, maka bangunan ini menjadi rawan roboh, minimal menjadi bangunan yang doyong. Bahkan, bangunan keislaman bisa roboh jika sampai tiang puasa ini diingkari, dikufuri, tidak dipercaya sebagai syariat Islam.
Ma'asyiral muslimin rakhimakumullah.
| NASKAH Khutbah Jumat Besok 17 April 2026: Jangan Pernah Putus Harapan dari Rahmat Allah SWT |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 10 April 2026: Sifat Malu sebagai Penjaga Harga Diri |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 10 April 2026: Menggapai Kebahagiaan Abadi di Akhirat |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 10 April 2026: Langkah Memperkuat Ketakwaan Sebelum Wafat |
|
|---|
| 10 Tema Islami Ceramah Khutbah Jumat Singkat dan Bermakna |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/pepelaksanaan-salat-tarawih-di-pondok-pesantren-al-quraniyah-indramayu.jpg)