Sungai Ciputih Meluap 

5.685 Jiwa Terdampak Banjir di Cirebon Timur, Ketinggian Banjir di Desa Pangarengan Capai 70 Cm

Tercatat sementara, banjir ini terjadi 15 desa di 7 kecamatan dengan ketinggian air hingga 60 cm, berdampak pada 5.685 jiwa dari 3.280 keluarga.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
TribunCirebon.com/ Eki Yulianto
Banjir masih melanda wilayah Desa Pangarengan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, hingga Jumat (24/1/2025) pagi. 

Diberitakan sebelumnya, curah hujan tinggi dan meluapnya beberapa sungai menyebabkan banjir melanda sejumlah desa di Kabupaten Cirebon, khususnya wilayah Timur, pada Kamis (23/1/2025) malam.

Banjir itu mulai menggenang jalanan dan masuk rumah warga sekitar pukul 19.00 WIB.

Adapun, beberapa sungai yang meluap, di antaranya Sungai Ciputih, Singaraja dan Ciberes.

Baca juga: Membentang Sepanjang 77 Kilometer, Tol Trans Jawa Jogja-Bawen Babat 44 Desa di Kabupaten Magelang

Tercatat sementara, banjir ini terjadi 15 desa di 7 kecamatan dengan ketinggian air hingga 60 cm, berdampak pada 5.685 jiwa dari 3.280 keluarga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya membenarkan informasi tersebut.

Ia mengingatkan, bahwa penanganan telah dilakukan sejak kejadian, melibatkan berbagai pihak seperti TNI, Polresta dan relawan.

"Sejak semalam, kami melakukan penyisiran lokasi terdampak untuk evakuasi warga dan assessment cepat."

"Kondisi saat ini berangsur membaik, dengan tinggi muka air yang mulai turun," ujar Deni melalui keterangan resminya yang diterima Tribun, Jumat (24/1/2025) pagi.

Baca juga: Membentang Sepanjang 77 Kilometer, Tol Trans Jawa Jogja-Bawen Babat 44 Desa di Kabupaten Magelang

Deni juga menyoroti kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, seperti makanan, pakaian hangat, dan selimut.

"Kami berkoordinasi dengan seluruh pemangku kebijakan untuk menangani permasalahan ini dan memastikan keselamatan masyarakat," ucapnya.

BPBD Cirebon merekomendasikan langkah strategis, termasuk normalisasi sungai dan rehabilitasi lahan di daerah aliran sungai (DAS) untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Hingga laporan ini disusun, tidak ada laporan korban jiwa atau pengungsi akibat banjir.

Upaya terpadu diharapkan dapat memulihkan kondisi wilayah yang terdampak dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana serupa.

Baca juga: Membentang Sepanjang 180,58 KIlometer, Tol Trans Jawa Membabat 40 Desa di Kabupaten Tuban

Peristiwa banjir juga direkam oleh warga lewat video yang beredar di berbagai grup WhatsApp.

Beberapa video menunjukkan bahwa banjir menggenang jalanan desa, halaman rumah hingga meluapnya sungai.

 


 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved