Sungai Ciputih Meluap 

5.685 Jiwa Terdampak Banjir di Cirebon Timur, Ketinggian Banjir di Desa Pangarengan Capai 70 Cm

Tercatat sementara, banjir ini terjadi 15 desa di 7 kecamatan dengan ketinggian air hingga 60 cm, berdampak pada 5.685 jiwa dari 3.280 keluarga.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
TribunCirebon.com/ Eki Yulianto
Banjir masih melanda wilayah Desa Pangarengan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, hingga Jumat (24/1/2025) pagi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto 


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Banjir masih melanda wilayah Desa Astanamukti dan Desa Pangarengan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, hingga Jumat (24/1/2025) pagi. 

Ketinggian air di Desa Pangarengan mencapai 60-70 sentimeter, menyebabkan sejumlah rumah warga terendam.

Selain itu, banjir juga merendam bangunan SMPN 2 Pangenan dan Jalur Pantura arah Jakarta.

Kondisi ini mengganggu aktivitas warga, terutama para pekerja yang melintasi wilayah Pantura. 

Baca juga: Membentang Sepanjang 180,58 KIlometer, Tol Trans Jawa Membabat 40 Desa di Kabupaten Tuban

Banyak sepeda motor mogok akibat nekat menerjang banjir.

"Iya banjir datang dini hari pak, sekira pukul 02.00 WIB, karena Sungai Singaraja di sebelah meluap," ujar salah seorang warga, Nia (43) saat diwawancarai Tribun, Jumat (24/1/2025).

Menurutnya, banjir membuat rumahnya terendam setinggi 40 sentimeter.

Beruntung, seluruh perabotan rumahnya sudah diselamatkan dan terhindar dari banjir.

Baca juga: 9 Lokasi SIM Keliling di Cirebon Hari Ini 24 Januari 2025, Samades, RSUD Waled dan Ramayana Weru

"Perabotan mah aman, cuma pengennya tuh gimana biar gak banjir lagi, ini paling parah," ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Fauzan menyebut, sampai saat ini banjir masih menggenangi Desa Pangarengan.

"Ya, sampai pagi ini daerah yang masih banjir terjadi di Desa Astanamukti dan Desa Pangarengan."

"Ketinggian banjir di Desa Pangarengan mencapai 60-70 sentimeter," ujar Fauzan.

Baca juga: Tembus Rp65 Miliar, Ini Daftar 3 Desa Miliarder di Garut yang Terima Uang Ganti Rugi Tol Getaci

Fauzan menyebutkan, meskipun sejumlah rumah dan satu sekolah terendam, hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi.

"Kalau yang mengungsi sampai saat ini tidak ada."

"Tapi, banjir ini pasti mengganggu aktivitas warga, terutama mereka yang ingin berangkat kerja di wilayah Pantura," ucapnya.

Ia juga menyoroti banyaknya kendaraan roda dua yang mogok akibat banjir.

"Banyak juga karyawan yang melintas menggunakan motor harus mendorong motornya."

Baca juga: Musyawarah Uang Ganti Rugi Tol Jogja-Solo-YIA di Mejing Kidul Beres, Tertinggi Rp4,9 Juta Per Meter

"Kalau yang tetap dikendarai, terpaksa mogok," jelas dia.

Sementara itu, petugas BPBD terus memantau kondisi banjir dan mengimbau warga untuk berhati-hati serta menghindari jalan yang tergenang, terutama di sekitar Jalur Pantura Pangenan.

Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur kawasan Kabupaten Cirebon serta meluapnya sejumlah sungai, termasuk Sungai Singaraja, mengakibatkan banjir di beberapa wilayah.

Salah satu yang terdampak adalah Desa Pangarengan, Kecamatan Pangenan.

Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Fauzan menyebutkan, bahwa air mulai memasuki Desa Pangarengan sejak dini hari tadi.

Baca juga: Melintasi 7 Desa di Kecamatan Baureno Bojonegoro, Mega Proyek Tol Ngawi-Tuban Menyapu 16 Kecamatan

“Meluapnya Sungai Singaraja mulai dari Desa Lemahbang, Japura Kidul, Japura Lor, Astanamukti,
 dan sampai bada subuh sekira pukul 04.50 WIB air mulai tiba di Desa Pangarengan,” ujar Fauzan saat dikonfirmasi Tribun, Jumat (24/1/2025) pagi.

Ketinggian air dilaporkan mencapai selutut orang dewasa atau sekitar 30 sentimeter.

Beberapa rumah warga juga terendam air, menyebabkan aktivitas warga terganggu.

“Banjir ini kemungkinan surutnya juga agak lama karena air laut juga sedang rob,” ucapnya.

Kondisi banjir ini membuat warga berharap pemerintah segera mencari solusi untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Baca juga: 9 Lokasi SIM Keliling di Cirebon Hari Ini 24 Januari 2025, Samades, RSUD Waled dan Ramayana Weru

Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menghambat kegiatan sehari-hari masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kabupaten Cirebon terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan banjir di wilayah terdampak.

Diberitakan sebelumnya, curah hujan tinggi dan meluapnya beberapa sungai menyebabkan banjir melanda sejumlah desa di Kabupaten Cirebon, khususnya wilayah Timur, pada Kamis (23/1/2025) malam.

Banjir itu mulai menggenang jalanan dan masuk rumah warga sekitar pukul 19.00 WIB.

Adapun, beberapa sungai yang meluap, di antaranya Sungai Ciputih, Singaraja dan Ciberes.

Baca juga: Membentang Sepanjang 77 Kilometer, Tol Trans Jawa Jogja-Bawen Babat 44 Desa di Kabupaten Magelang

Tercatat sementara, banjir ini terjadi 15 desa di 7 kecamatan dengan ketinggian air hingga 60 cm, berdampak pada 5.685 jiwa dari 3.280 keluarga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya membenarkan informasi tersebut.

Ia mengingatkan, bahwa penanganan telah dilakukan sejak kejadian, melibatkan berbagai pihak seperti TNI, Polresta dan relawan.

"Sejak semalam, kami melakukan penyisiran lokasi terdampak untuk evakuasi warga dan assessment cepat."

"Kondisi saat ini berangsur membaik, dengan tinggi muka air yang mulai turun," ujar Deni melalui keterangan resminya yang diterima Tribun, Jumat (24/1/2025) pagi.

Baca juga: Membentang Sepanjang 77 Kilometer, Tol Trans Jawa Jogja-Bawen Babat 44 Desa di Kabupaten Magelang

Deni juga menyoroti kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, seperti makanan, pakaian hangat, dan selimut.

"Kami berkoordinasi dengan seluruh pemangku kebijakan untuk menangani permasalahan ini dan memastikan keselamatan masyarakat," ucapnya.

BPBD Cirebon merekomendasikan langkah strategis, termasuk normalisasi sungai dan rehabilitasi lahan di daerah aliran sungai (DAS) untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Hingga laporan ini disusun, tidak ada laporan korban jiwa atau pengungsi akibat banjir.

Upaya terpadu diharapkan dapat memulihkan kondisi wilayah yang terdampak dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana serupa.

Baca juga: Membentang Sepanjang 180,58 KIlometer, Tol Trans Jawa Membabat 40 Desa di Kabupaten Tuban

Peristiwa banjir juga direkam oleh warga lewat video yang beredar di berbagai grup WhatsApp.

Beberapa video menunjukkan bahwa banjir menggenang jalanan desa, halaman rumah hingga meluapnya sungai.

 


 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved