Khutbah Jumat
Naskah Khutbah Jumat Terbaru 27 September 2024: Surga dan Neraka, Buah dari Tanaman dunia
Adapun contoh Naskah Khutbah Jumat ini bertemakan Surga dan Neraka, Buah dari Tanaman Dunia.
Penulis: Sartika Harun | Editor: Sartika Rizki Fadilah
Dzat-Mu aku khawatir tidak ada seorangpun yang dapat memasukinya. “Sekarang pergilah kau ke neraka dan lihat segala macam siksaan yang ada di dalamnya” perintah Allah kemudian kepada Jibril. Ia pun berangkat dan kembali menghadap seraya berkata “demi kemuliaan-Mu ya Allah, hamba yakin tak seorangpun yang pernah mendengar cerita neraka mau memasukinya”.
Maka Allah segera menghiasi neraka dengan berbagai kesenangan. Dan kembali berkata pada Jibril “sekarang tengoklah kembali neraka” Jibril pun berangkat dan segera kembali melapor “ Ya Allah, demi kemuliaan-Mu aku khawatir tidak ada seorang pun yang bisa selamat dari neraka-Mu” .
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Demikianlah Allah sengaja membuat pagar untuk surga sebagai ujian bagi mereka yang menginginkannya. Dan Allah perindah neraka dengan berbagai aksesoris yang terbuat kesenangan-kesenangan sebagai cobaan manusia.
Karena itu pada hadis selanjutnya Rasulullah saw menggarisbawahi:
ألا إِنَّ الْجَنَّةَ حُزْنٌ بِرَبْوَةٍ اَلَا وَإِنَّ النَّارَ سَهْلٌ بِسَهْوَةٍ
“Bahwa surga adalah sesuatu yang sulit diraih bagai berada di tempat yang tinggi. Sedangkan neraka adalah sesuatu yang mudah bagai berada di tanah yang rendah”
Begitulah keadaan sebenarnya. Selanjutnya terserah pribadi kita masing-masing. Apakah kita inginkan surga atau menyerahkan diri kepada neraka.
Imam Ghazali pernah menerangkan menyambung keterangan hadis di atas dalam Minhajul Abdidn. Bahwa kini (pada masa al-Ghazali) manusia sungguhlah amat lemah, sedangkan kehidupan semakin kompleks. Pengetahuan agama semakin menipis, adapun kesempatan ibadah semakin menyusut. Kesibukan semakin mendesak, umur semakin berkurang dan amal ibadah terasa makin berat.
Bukankah hal semakin terasa pada zaman sekarang. Manusia sangat lemah, kemauan manusia semakin hari semakin pupus. Yang diinginkan hanyalah segala yang serba cepat dan instan. Tidak ada usaha serius yang ada hanyalah ketergantungan yang semakin tinggi. Ketergantungan dengan gadget, dengan alat komunikasi, dengan mesin ATM dengan segala macam peralatan teknologi. Hal ini semakin melemahkan manusia sebagai individu. Manusia kini tidak berani menghadapi kehidupan tanpa tetek-bengek tersebut.
Di sisi lain kesibukan kegiatan manusia luar biasa padatnya. Sehingga waktu yang ada hanya habis untuk mengurus segala macam urusan yang disekitar. Sehingga kesempatan beribadah semakin lenyap. Sholat lima kali saja terkadang tidak terlaksana. Kalaupun terlaksana pengetahuan tentang ibadah itu sangat minim sekali. Pelajaran tentang agama hanya di dapat di sela-sela waktu bekerja. Dalam pesantren kilat, kultum di tv atau di sela istirahat kantor, melalui google, tanya jawab dalam media sosial. Urusan belajar agama menjadi sampingan. Tidak terasa umur sudah senja. Ketenangan jiwa masih jauh, fisik semakin lemah diajak beribadah. Bagaimanakah jika sudah demikian?
Jam’ah jumat Rahimakumullah
Maka yang tersisa hanya satu memohon kepada Allah SWT agar dianugerahi taufiq dan hidayah. Semoga Allah SWT melimpahkan cahaya untuk hambanya. Sebagaimana yang difirmankannya:
أَفَمَن شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِّن رَّبِّهِ
Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya
Artinya: apapun yang terjadi ketika Allah SWT telah menghendaki untuk memberikan hidayah-Nya kepada seorang hamba, maka tidak ada satupun masalah yang tersisa. Kemudian seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw. Bagaimanakah tanda seseorang memperoleh cahaya hidayah-Nya? Rasulullah saw menjawab:
التَّجَافَى عَنْ دَارِ الْغُرُوْرِ وَالْإنَابَةِ الَى دَارِ اْلخُلُوْدِ وَالاِسْتِعْدَادِ لِلمَوْتِ قَبْلَ نُزُوْلِ الْمَوْتِ
Hamba itu (yang memperoleh hidayah) akan undur diri dari urusan dunia, menekuni urusan akhirat, dan mempersiapkan diri seolah ajal akan segera datang.
| NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 24 April 2026: Menemukan Ketenangan dalam Shalat |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 24 April 2026: Bahaya Hawa Nafsu yang Merusak Diri |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 24 April 2026: Ridha Orangtua Penentu Rezeki dan Kehidupan |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 24 April 2026, Bayangan Azab Neraka yang Dahsyat |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Hari Ini 24 April 2026: Menuju Surga Dimulai dari Akhlak yang Bersih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Solat-Gaib-Secara-Khusus-untuk-Eril-Solat-Jumat-di-Masjid-Agung-Kota-Tasikmalaya-Tetap-Khusyu.jpg)