Dinas Pertanian Kuningan Sebar Alat Pertanian dan Ada Jaminan Asuransi Ketika Terjadi Gagal Panen
Ada lebih dari 200 mesin semprot yang dibagikan kepada 44 gabungan kelompok tani di Kuningan.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: taufik ismail
Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Ratusan mesin penyemprotan dibagikan cuma-cuma kepada sejumlah petani di Kuningan.
Hal itu berlangsung saat Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kuningan, Wahyu Hidayah melaksanakan kegiatan pemerintah dalam mendukung sektor pertanian dan meningkatkan produktivitas pertanian.
"Mesin semprot atau hand sprayer yang disalurkan adalah alat penting untuk membantu petani dalam proses penyemprotan pestisida dan nutrisi tanaman," kata Wahyu saat memberikan keterangannya kepada Tribun, Selasa (6/8/2024).
Adanya bantuan tersebut, Wahyu berharap para petani dapat mengoptimalkan perawatan tanaman mereka dan mengurangi kerugian akibat hama dan penyakit tanaman.
“Alhamdulillah jumlah unit ada sebanyak 225 mesin semprot untuk 44 Gapoktan yang disalurkan sekaligus penandatanganan berita acara serah terima bantuan," ujarnya.
Bantuan ini merupakan salah satu bentuk dukungan nyata dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan hasil pertanian di Kabupaten Kuningan.
"Kami menekankan kepada para petani, bahwa tidak ada pungutan biaya lain (pungli) seperti administrasi atau yang lainnya yang dibebankan kepada petani," katanya.
Adapun syarat yang harus dipenuhi bagi sejumlah kelompok tani itu menyiapkan materai dan biaya AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi).
"AUTP adalah program asuransi yang dirancang khusus untuk melindungi petani padi dari risiko kerugian akibat gagal panen atau kerusakan tanaman padi," ujarnya.
Program ini diselenggarakan oleh pemerintah atau lembaga asuransi dengan tujuan untuk mengurangi risiko finansial yang dihadapi petani akibat bencana alam, penyakit tanaman, atau faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi hasil panen.
“AUTP memiliki keuntungan apabila Bapak/Ibu sawahnya gagal panen akibat bencana alam, hama, atau penyakit, maka bisa mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 6 juta, dan hal ini semoga bisa membantu petani untuk menutup kerugian dan mengurangi dampak finansial yang besar," katanya.
Secara keseluruhan, kata Wahyu, bahwa AUTP bertujuan mengurangi risiko yang dihadapi petani padi dan membantu dalam menjaga stabilitas ekonomi serta kelangsungan usaha pertanian.
"Dari dua bantuan yang kami sediakan itu, ada hand sprayer adalah alat yang digunakan untuk menyemprotkan cairan, seperti pestisida, herbisida, atau nutrisi tanaman, secara merata pada tanaman," katanya.
Secara rinci dalam kegunaan dari hand sprayer, memiliki kegunaan utamanya meliputi pengendalian hama, menyemprotkan pestisida untuk membunuh atau mengendalikan hama yang dapat merusak tanaman.
Baca juga: AMBYAR, Petani Wortel Alami Gagal Penan, Bos Sayur di Kuningan Ungkap Penyebabnya
| Tanpa Mashuri Gonjes, Muscab PPP Kuningan ‘Memanas’ dan Penuh Drama! |
|
|---|
| Eksperimen Nekat Berujung Petaka, Damkar Kuningan Lakukan Evakuasi Tak Biasa |
|
|---|
| Pemkab Kuningan Gelar Bazar Sayur di Car Free Day, Ini Kata Bupati Dian Rachmat |
|
|---|
| Jadwal SIM Keliling Kuningan Besok 13 April 2026: Serbu 6 Titik Sekaligus, Ini Lokasinya |
|
|---|
| 5 Tempat Wisata Alam Kuningan yang Cocok untuk Bermain Air, Termasuk Curug Putri Palutungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/wahyu-hidayah-kuningan.jpg)