Selasa, 14 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Olimpiade Paris 2024

Gregoria Tunjung Langsung Dapat Medali Perunggu Olimpiade 2024, Imbas Carolina Marin Cedera

Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung dikabarkan langsung mendapat medali perunggu tanpa bertanding di Olimpiade Paris 2024.

pbsi.id
Gregoria Mariska Tunjung saat berlaga di Olimpiade Paris 2024. Ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di fase knock out. 

TRIBUNCIREBON.COM - Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung dikabarkan langsung mendapat medali perunggu tanpa bertanding di Olimpiade Paris 2024.

Gregoria Mariska Tunjung terlihat mendapatkan bye di pertandingan perebutan medali perunggu imbas tunggal putri andalan Spanyol, Carolina Marin mengalami cedera

Carolina Marin gagal mejaju final Olimpiade Paris 2024 sudah di depan matanya dan memutuskan retired karena cedera lutut.

Carolina Marin mengalami cedera saat gim kedua dari pertandingan semifinal Olimpiade Paris 2024 di Porte de La Chapelle Arena, Paris, Prancis, Minggu (4/8/2024).

Padahal, peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 itu sedang unggul jauh atas lawannya yaitu He Bing Jiao (China).

Marin bahkan memenangi gim pertama dengan skor 21-14 dan unggul 10-5 pada gim kedua. Akan tetapi, pendaratan yang tak sempurna membuyarkan harapannya.

Setelah melepaskan sebuah jumping smash, Marin ambruk sambil menahan rasa sakit di bagian lutut.

Baca juga: Gregoria Gagal ke Final Olimpiade Paris 2024, Tapi Masih Berpeluang Raih Medali Perunggu

Tangisan keras terdengar dari Juara Dunia tiga kali itu. He Bing Jiao yang khawatir mendekat untuk memeriksa kondisi lawannya yang cedera.

Pertandingan sempat dihentikan. Dokter turnamen harus dipanggil ke dalam lapangan.

Di tengah kondisi yang mendebarkan, Marin masih menolak untuk menyerah.

Dia berjalan ke pinggir lapangan untuk memasang pelindung lutut. Akan tetapi, terlihat sangat jelas bahwa dia kesulitan untuk bergerak.

Di kedudukan 10-8, Marin akhirnya menyerah. Dia hanya bisa menangis keras sambil bersimpuh. Sang pelatih, Fernando Rivas, menghiburnya sementara para penonton terdiam.

Dipaksa mundur saat sedang mengejar mimpi jelas pahit.

Dalam lima tahun terakhir, Marin harus berjuang dengan kaki yang tidak lagi sempurna karena kedua lututnya pernah didera cedera ACL yang ditakuti para olahragawan.

Cedera pertama dideritanya di final Indonesia Masters 2019. Saat itu dia juga menderita ketika sedang memimpin pertandingan.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved