Rabu, 8 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Olimpiade Paris 2024

Gregoria Gagal ke Final Olimpiade Paris 2024, Tapi Masih Berpeluang Raih Medali Perunggu

Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, menelan kekalahan pada llaga semifinal Olimpiade Paris 2024.

pbsi.id
Gregoria Mariska Tunjung saat berlaga di Olimpiade Paris 2024. Ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di fase knock out. 

TRIBUNCIREBON.COM- Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, menelan kekalahan pada llaga semifinal Olimpiade Paris 2024.

Pertandingan penting dilakoni Gregoria Mariska Tunjung sebagai satu-satunya wakil Indonesia untuk cabang olahraga bulu tangkis, Minggu (4/8/2024).

Pemain ranking kedelapan dunia itu bersua dengan lawan tangguh yaitu ratu bulu tangkis dunia asal Korea Selatan An Se-young.

Tanding di Porte de La Chapelle Arena, Paris, Prancis, Gregoria Mariska Tunjung harus takluk usai melakoni tiga gim alias laga karet dengan skor 21-11, 13-21, 16-21. 
 
Dengan hasil tersebut, Indonesia dipastikan tak bisa mendapatkan medali emas di Olimpiade Paris 2024.

Meski kalah, Gregoria Mariskan Tunjung masih berpeluang membawa pulang medali perunggu Olimpiade Paris 2024.

Pada gim pertama, Gregoria menampilkan permainan apik setelah dropshotnya mampu memaksa An Se-young melakukan kesalahan untuk membuahkan angka pertama.

Baca juga: Live Score Badminton Olimpiade Paris 2024: Gregoria vs An Se-young, Perebutan Tiket Final

Pemain asal Wonogiri, Jawa Tengah tersebut terus bermain rapat yang akhirnya membuahkan empat poin secara beruntun.

Pemain nomor satu dunia tersebut langsung memberikan perlawanan dengan mencetak dua poin secara beruntun.

Akan tetapi, ketenangan pemain asal Wonogiri, Jawa Tengah itu menjadi pembeda saat dia mampu membuat An jatuh bangun.

Laga pun sempat dihentikan lantaran An Se-young mengeluhkan sakit di kakinya usai berupaya membendung pukulan Gregoria.

Pengembalian An yang tidak akurat membuat Gregoria merebut interval pertama dengan skor 11-6.

Selepas jeda, permainan sabar yang ditunjukkan tunggal putri 24 tahun itu membuat Indonesia kembali menjauh usai memenangi reli panjang.

Satu penempatan pukulan yang ciamik ditunjukkan Gregoria di depan net dan membuat An Se-young terjatuh lemas di lapangan.

Momentum tiga poin beruntun pemain peringkat kedelapan dunia itu sirna setelah An menunjukkan sambaran kerasnya di depan net.

Penampilan solid nan menghanyutkan kembali ditunjukkan Gregoria untuk membuat jarak sembilan angka dengan An Se-young di masa-masa krusial.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved