Senin, 13 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kemunculan Macan Tutul di Kuningan

Muncul Macan Tutul, Pj Bupati Kuningan Pantau Keamanan Warga, Begini Kondisinya

Kemunculannya macan tutul Jawa di Desa Jamberama, Kecamatan Selajambe, membuat Pj Bupati bareng petugas gabungan, seperti BPBD, BKSDA dan TNI - Polri,

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
TribunCirebon.com/ Ahmad Ripai
Pj Bupati Kuningan H Iip Hidajat bareng petugas gabungan turun ke desa yang terancam peredaran macan tutul Jawa   

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Kemunculannya macan tutul Jawa di Desa Jamberama, Kecamatan Selajambe, membuat Pj Bupati dan petugas gabungan, seperti BPBD, BKSDA dan TNI - Polri, turun langsung ke wilayah setempat.

Terlebih kemunculan Macan Tutul ini menjadi perhatian, setelah sebelumnya terjadi di Desa Gunungmanik, Kecamatan Ciniru.

Adanya peredaran kucing besar tersebut, Pj Bupati bareng petugas gabungan berkumpul di aula desa dan memberikan rasa aman. Pasalnya, menghadapi ancaman hewan buas di lindungi ini harus benar memiliki keterampilan yang disertai keberanian.

Baca juga: Macan Tutul Sering Muncul di Permukiman, Anak Buah Prabowo Sumbang Kentongan, Ini Alasannya

"Dengan kemunculan macan tutul sejak beberapa waktu lalu, jelas membuat masyarakat cemas. Rencana besok kita akan assassement, pada hari Sabtu atau Minggu harus tindakan sekaligus penangkapan agar masyarakat merasa tenang," ujar Iip.

Iip menghimbau agar dalam evakuasi atau penangkapan hewan tersebut, bisa dilakukan dengan hati-hati. "Secara teknisnya mungkin petugas BKSDA lebih paham, namun sepengatahuannya ada dua metode penangkapan yang akan dilakukan, diantaranya bisa di jebak atau tembak bius. Tindakan itu dilakukan bila memang kucing besar susah ditangkap," katanya.

Ketika berhasil di lakukan evakuasi, Iip berharap  ke dua hewan tersebut bisa diserahkan ke BKSDA atau di masukan ke kebun binatang. "Tujuannya, kondisi hewan akan mendapat perawatan serta petugas medis yang tersedia untuk memperhatikan hewan tersebut," katanya.

Baca juga: 10 Ketua Partai Non Parlemen Sambangi PDIP Indramayu, Sudah Ada Pertemuan dengan Nina Agustina?

Diketahui sebelumnya di tempat berbeda, beredarnya macam tutul di wilayah permukiman warga Desa Gunungmanik, Kecamatan Ciniru menjadi perhatian pemerintah desa setempat.

"Dengan kejadian macan tutul yang beredar liar, kami sudah imbau warga untuk tetap waspada. Selain itu, kami juga menerima donasi berupa perasan," kata Juhari Harianto yang juga Kepala Desa Gunungmanik, saat memberikan keterangan kepada Tribun, Rabu  (10/7/2024).

Bantuan petasan yang diterima, kata Juhari mengaku jumlahnya cukup banyak. Kemudian, kegunaan itu semata untuk mengusir macan tutul saat terlihat di lingkungan masyarakat sekitar.

"Iya, ketika warga melihat macan. Upaya penyelamatan itu dengan menyalakan petasan, dan itu hanya sebagai bentuk pengusiran pada macan saja," katanya.

Baca juga: Terancam 5 Tahun Penjara, Polres Majalengka Tangkap Pemuda yang Mengedarkan Obat-obatan Terlarang

Selain mendapat petasan untuk mengusir macan, Juhari mengaku, setalah kejadian video viral beredar macan di lingkungan masyarakat sekitar. Perhatian lain datang dari sejumlah lembaga pemerintah dan aktivis lingkungan dan satwa Universitas Kuningan.

"Untuk perhatian dengan turunnya petugas BPBD, petugas BKSDA, ada juga tim peneliti dari Universitas Kuningan. Kedatangan mereka semua baik, untuk menciptakan keamanan dan rasa nyaman bagi warga yang di ancam dengan beredar liar macan tutul," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved