Pilkada Majalengka 2024
Koalisi PDIP dan Gerindra di Pilkada Majalengka Terancam Batal? Ternyata Gara-gara Masalah Ini
Tak Direstui DPP, Koalisi PDIP dan Gerindra di Pilkada Majalengka Terancam Batal
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA -Koalisi DPC Partai Gerindra Kabupaten Majalengka dan DPC PDIP Kabupaten Majalengka di Pilkada Serentak 2024 terancam batal.
Padahal, belum lama ini kedua partai tersebut sempat mengumumkan kesepakatannya untuk membangun koalisi dalam Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Majalengka.
Penasehat DPC Partai Gerindra Kabupaten Majalengka, Irwan Bola, mengakui, rencana koalisi dengan PDIP di Pilkada Majalengka tak direstui DPP Partai Gerindra.
Baca juga: Ternyata Ini Alasan Survei LSI Denny JA Sebut 71 Persen Warga Purwakarta Mewajarkan Money Politic
Menurut dia, alasan tak direstuinya rencana koalisi tersebut, karena PDIP bukan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) pada Pilpres 2024.
"Belum ada restu dari DPP, sehingga Partai Gerindra mundur dari rencana koalisi dengan PDIP," kata Irwan Bola kepada Tribuncirebon.com, Jumat (5/7/2024).
Ia mengatakan, DPP Partai Gerindra juga menyarankan agar DPC Partai Gerindra Kabupaten Majalengka membangun koalisi dengan partai politik yang tergabung di KIM dalam pilkada.
Baca juga: Dituntut Penjara Seumur Hidup, Yosep Pembunuh Tuti-Amel Sebut Jadi Korban Salah Tangkap Sosok Ini
"Dari DPP menyarankan agar mengutamakan partai politik di KIM untuk berkoalisi pada Pilkada Serentak 2024," ujar Irwan Bola.
Sebelumnya Ketua DPC PDIP Kabupaten Majalengka, Karna Sobahi, tampak merespons secara santai mengenai hal tersebut, dan tidak merasa ditinggalkan Partai Gerindra.
Pihaknya memaklumi apabila sejumlah partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) pada Pilpres 2024 akan berlanjut hingga momentum Pilkada Serentak 2024.
Baca juga: JADWAL Terbaru Kereta Api Kahuripan Hari Ini 5 Juli 2024, Relasi Kiaracondong Bandung-Blitar
"Sepertinya koalisi Gerindra dan Golkar yang tergabung dalam KIM akan linier juga di pilkada," ujar Karna Sobahi saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Rabu (3/7/2024).
Ia mengatakan, sebenarnya Partai Gerindra yang meminta untuk berkoalisi dengan PDIP pada Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Majalengka.
Pasalnya, Partai Gerindra hanya mendapatkan lima kursi DPRD Kabupaten Majalengka, sehingga harus berkoalisi dengan partai politik lain apabila ingin mengusung calon di pilkada.
Baca juga: 77 Titik Perlintasan di Kabupaten Cirebon Tanpa Palang Pintu, Forum LLAJ Cirebon Soroti Masalah Ini
Sementara PDIP berhasil mempertahankan perolehan 15 kursi dari total 50 kursi DPRD Kabupaten Majalengka pada momen Pileg 2024.
"PDIP tanpa berkoalisi juga bisa mengusung sendiri, karena sudah mempunyai 15 kursi, terserah Gerindra maunya seperti apa," kata Karna Sobahi.
| KPU Majalengka Sebut Bupati - Wabup Terpilih Harus Dilantik 20 Hari Setelah Ditetapkan |
|
|---|
| KPU Majalengka Tetapkan Paslon Bupati-Wakil Bupati Terpilih Hasil Pilkada 2024 Kamis Besok |
|
|---|
| Pastikan Tak Ada Gugatan, KPU Majalengka Tunggu Surat MK Sebelum Penetapan Bupati - Wabup Terpilih |
|
|---|
| Hasil Pilkada Majalengka 2024, Sudah Disahkan KPU Jawa Barat, Eman-Dena Tunggu Pelantikan |
|
|---|
| Rekapitulasi Pilkada Majalengka 2024 Selesai, Eman-Dena Raih Suara Terbanyak, Unggul di 25 Kecamatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/lmkiuhuy7uyh.jpg)