Empat Alat Berat Dikerahkan untuk Memperbaiki Tanggul Jebol di Sungai Cipelang Majalengka

Alat berat tersebut diterjunkan untuk memperbaiki tanggul sepanjang 50 meter di Sungai Cipelang yang jebol

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Alat berat yang dikerahkan untuk memperbaiki tanggul jebol di Sungai Cipelang, Kertawinangun, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (15/2/2024). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Empat alat berat dikerahkan untuk memperbaiki tanggul jebol di Sungai Cipelang, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Alat berat tersebut diterjunkan untuk memperbaiki tanggul sepanjang 50 meter di Sungai Cipelang yang jebol hingga menyebabkan banjir dan merendam ribuan rumah warga pada Senin (12/2/2024) lalu.

Baca juga: Masa Tanggap Darurat Bencana di Kertajati, Dinsos Majalengka Siapkan 2400 Porsi Makanan Per Hari

Penjabat Bupati Majalengka, Dedi Supandi, mengatakan, pengerahan alat berat itu setelah Pemkab Majalengka berkoordinasi dengan BBWS Cimanuk - Cisanggarung.

Sebab, menurut dia, tanggul jebol itu merupakan salah satu penyebab banjir hingga merendam ribuan rumah di sejumlah desa di Kecamatan Kertajati beberapa waktu lalu.

"Empat alat berat tersebut dari BBWS, dan dikerahkan untuk memperbaiki tanggul yang jebol," ujar Dedi Supandi saat ditemui di Pendopo Bupati Majalengka, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Kamis (15/2/2024).

Ia mengatakan, dari hasil asesmen jumlah tanggul jebol di sepanjang Sungai Cipelang juga terdapat delapan titik, dan panjang maupun lebar areal yang jebol juga berbeda-beda.

Namun, pihaknya mengakui titik terparah berada di Desa Kertawinangun, sehingga diprioritaskan untuk diperbaiki, karena posisi permukiman warga pun berada di bawah aliran sungai.

Karenanya, tanggul jebol itu segera ditangani untuk mencegah banjir saat debit air Sungai Cipelang meningkat akibat hujan deras, dan tidak sampai merendam rumah-rumah warga.

"Dari hasil pemantauan juga potensi banjir ini tidak hanya saat turun hujan, tapi setiap debit air meningkat ketika datang kiriman dari daerah hulu," kata Dedi Supandi.

Ia menyampaikan, pada Selasa (13/2/2024) juga dua desa di Kecamatan Kertajati sempat terendam banjir meski kala itu cuaca wilayah Majalengka relatif cerah dan tidak turun hujan.

Pihaknya mengakui, penanganan tanggul jebol menjadi skala prioritas Pemkab Majalengka untuk mencegah banjir susulan saat hujan deras maupun datangnya kiriman air dari hulu.

"Kami bersama Kodim 0617/Majalengka juga memperbaiki sementara titik tanggul jebol lainnya menggunakan tumpukan karung berisi pasir, karena BBWS masih memverifikasinya," ujar Dedi Supandi. (*)

 

 

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved