Longsor Ancam Sejumlah Rumah di Panyingkiran Majalengka, BPBD Imbau Warga Mengungsi Saat Hujan Deras

Longsor mengancam sejumlah rumah di Desa Leuwiseeng, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka.

DOK BPBD MAJALENGKA
Personel BPBD Majalengka saat mengasasemen longsor yang mengancam rumah warga di Desa Leuwiseeng, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, Rabu (27/12/2023) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi


TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Longsor mengancam sejumlah rumah di Desa Leuwiseeng, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka.


Pasalnya, tebing di desa tersebut longsor pada Senin (25/12/2023) sore, dan nyaris menimbun rumah warga serta mengancam sejumlah rumah lainnya.


Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Majalengka, Rezza Permana, mengatakan, warga yang tinggal di rumah-rumah tersebut tidak mengungsi.

Baca juga: Majalengka Siaga Bencana Banjir, Longsor dan Pergerakan Tanah hingga Mei 2024


Pihaknya pun mengimbau warga segera mengungsi saat hujan deras, karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan, dan materialnya menimpa rumah.


"Sebenarnya, satu rumah terdampak longsor pada Senin kemarin, tetapi tidak mengalami kerusakan," kata Rezza Permana saat ditemui di BPBD Majalengka, Jalan Gerakan Koperasi, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Rabu (27/12/2023).


Ia mengatakan, dua rumah lainnya yang merupakan tetangga pemilik rumah terdampak longsor juga turut terancam, karena lokasinya cukup dekat.


Selain itu, material longsor berupa bongkahan tanah yang berukuran cukup besar tampak berserakan persis di belakang rumah-rumah tersebut.


Bahkan, bongkahan tanah itu pun nyaris menimbun rumah milik Saman yang terdampak longsor meski tidak mengalami kerusakan sama sekali.

Baca juga: Sempat Terganggu Karena Longsor di Purwokerto, Perjalanan KA di Cirebon Sudah Kembali Normal


"Ada delapan warga yang menempati rumah terancam longsor, dan kami sudah mengimbau segera mengungsi apabila hujan deras," ujar Rezza Permana.


Ia menyampaikan, wilayah Kabupaten Majalengka termasuk daerah rawan longsor, dan pergerakan tanah saat musim hujan seperti sekarang.


Berdasarkan hasil kajian risiko bencana terdapat 170 desa di 19 kecamatan se-Kabupaten Majalengka yang rawan longsor maupun pergerakan tanah.


"Kami juga mencatat terdapat 57 desa di 15 kecamatan di Majalengka juga termasuk daerah rawan banjir saat musim hujan," kata Rezza Permana.

 

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved