Majalengka Siaga Bencana Banjir, Longsor dan Pergerakan Tanah hingga Mei 2024
Ia mengatakan, keputusan masa siaga bencana banjir, longsor, dan pergerakan tanah di Kabupaten Majalengka itu pun dapat diperpanjang
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka telah menetapkan masa siaga bencana banjir, longsor, dan pergerakan tanah selama musim hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Majalengka, Iskandar Hadi, mengatakan, masa siaga bencana banjir, longsor, dan pergerakan tanah terhitung mulai 1 Desember 2023 - 31 Mei 2024.
Baca juga: Ratusan Prajurit Kodim 0617/Majalengka Disiagakan untuk Antisipasi Bencana Saat Puncak Musim Hujan
Menurut dia, hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Majalengka tentang siaga bencana banjir, longsor, dan pergerakan tanah pada musim penghujan.
"Berdasarkan SK tersebut, Kabupaten Majalengka dinyatakan siaga bencana musim hujan hingga tahun depan," kata Iskandar Hadi saat ditemui usai Apel Siaga Bencana di Makodim 0617/Majalengka, Jalan KH Abdul Halim, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Jumat (8/12/2023).
Ia mengatakan, keputusan masa siaga bencana banjir, longsor, dan pergerakan tanah di Kabupaten Majalengka itu pun dapat diperpanjang sesuai kebutuhan, serta perkembangan situasi di lapangan.
Pihaknya pun bakal menindaklanjuti SK Bupati Majalengka tersebut melalui rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana untuk merumuskan langkah penanggulangan bencana.
Baca juga: Kodim 0617/Majalengka Bakal Siapkan Posko Siaga Bencana hingga Tingkat Kecamatan
Rencananya, rapat koordinasi itu dilaksanakan dalam waktu dekat untuk merumuskan penanganan bencana secara sistematis bersama pihak-pihak berwenang.
"Kami juga sudah menyiapkan peralatan penanggulangan bencana musim hujan dari mulai perahu karet hingga dapur umum yang siap digunakan saat diperlukan," ujar Iskandar Hadi.
Ia menyampaikan, jajarannya pun telah melaksanakan kajiam risiko bencana musim hujan, dan memetakan titik-titik rawan bencana di wilayah Kabupaten Majalengka.
Dari hasil kajian itu, daerah rawan banjir rata-rata berada di wilayah utara, dan kawasan yang dinyatakan rawan longsor serta pergerakan tanah di wilayah selatan Kabupaten Majalengka.
"Kami mencatat, di Kabupaten Majalengka terdapat 15 kecamatan rawan banjir, dan 19 kecamatan rawan longsor serta pergerakan tanah saat musim hujan," kata Iskandar Hadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Kepala-Pelaksana-BPBD-Majalengka-Iskandar-Hadi-1.jpg)