Strategi Pemkot Cirebon Atasi Kenaikan Harga Beras, Operasi Pasar Murah dan Kontrol Inflasi

Pemerintah Kota Cirebon memiliki strategi khusus demi mengatasi kenaikan harga beras.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Potret beras yang sedang ditunjukkan oleh Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Imam Firdaus Jamal 


"Saya lihat harga beras di pasaran masih Rp 13 ribu per kilogram. Memang cukup signifikan juga eskalasinya," katanya.

Baca juga: Syarat Warga yang Ingin Pinjam Beras ke Kades Kawunghilir Majalengka, Cukup Bawa Ini


Sementara, Kepala BPS Kota Cirebon, Aris Budiyanto menyebutkan, angka inflasi di daerahnya sebesar 0,18 persen pada awal September 2023 atau 3,07 persen secara tahunan dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,32.


Secara umum perkembangan harga komoditas di Kota Cirebon terpantau menunjukkan adanya kenaikan.


"Berdasarkan hasil pemantauan BPS pada September 2023 terjadi inflasi month to month (mtm) sebesar 0,18 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 113,12 pada Agustus menjadi 113,32 pada September 2023," ujar Aris.


Jika merujuk dalam data bulan ini, kenaikan harga ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. 


Sebagai contoh kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,41 persen atau terjadi kenaikan indeks harga dari 118,11 pada Agustus menjadi 118,59 pada September 2023.


"Kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,12 persen. Komoditas yang turut 
memberikan andil inflasi antara lain beras, rokok putih, air kemasan, pepaya, cabai rawit, wortel dan makanan ringan," ucapnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved