Senin, 20 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Mengais Rezeki Dari Waduk Setupatok Cirebon yang Mengering, Warga Bikin Batako & Tanam Padi

Terik matahari tak membuat Roji (38) menghentikan kegiatannya memotong batang kayu menjadi beberapa bagian di lahan Waduk Setupatok

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Warga setempat memanfaatkan lahan kering Waduk Setupatok di Desa Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon untuk membuat batako 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Terik matahari tak membuat Roji (38) menghentikan kegiatannya memotong batang kayu menjadi beberapa bagian di lahan Waduk Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.


Di tempat itu, Roji memanfaatkan lahan kering untuk membuat batako yang telah dilakukannya selama satu bulan terakhir.


Ya, di musim kemarau panjang atau fenomena El nino ini, sejumlah waduk penampungan air terus menyusut.

Baca juga: Kekeringan, Petani Indramayu Dibayangi Gagal Panen, Karyo Berjuang Agar Padi Tetap Tumbuh


Salah satunya, Waduk Setupatok yang bisa menampung debit air secara maksimal sebanyak 14 juta meter kubik debit air.


"Kalau gak kering kaya gini, saya gak bikin batako, kerja ya serabutan kuli gitu."


"Tapi karena kering, tanahnya juga ada, ya saya bikin batako lumayan nambah rezeki," ujar Roji, warga Desa Setupatok itu saat diwawancarai di lokasi, Kamis (5/10/2023).


Kata Roji, ia lakukan setiap tahunnya di kala musim kemarau seperti sekarang ini.


Selain dirinya, ada juga warga lainnya yang memanfaatkan tanah kering waduk untuk menanam sejumlah tanaman.


Seperti, padi, palawija, ubi-ubian dan tumbuhan lainnya.

 

Warga sekitar memang biasa memanfaatkan waduk menjadi lahan pertanian di kala musim kemarau.


Saat kering seperti ini, air hanya terlihat di bagian tengah waduk, sedangkan sekitarnya mendadak menjadi sawah dan kebun.


"Kami lakukan setiap tahunnya kalau kondisi waduk kering, kalau warga lainnya sudah tanam dari 2 bulan lalu, kalau saya 1 bulan, karena titiknya masih dekat dengan air," ucapnya.


Sampai menunggu musim penghujan tiba, Roji mengaku, masih terus akan melakukan aktivitas di lahan kering waduk tersebut.

Baca juga: Belasan Ribu Jiwa di Majalengka Terdampak Kekeringan, BPBD Rutin Distribusikan Bantuan Air Bersih

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved