BPBD Majalengka Catat Luas Lahan yang Dilanda Kebakaran Selama Musim Kemarau Capai 121,11 Hektare

BPBD Majalengka mencatat total luas lahan yang kebakaran selama musim kemarau tahun ini mencapai lebih dari 100 hektare.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Dok Damkar Majalengka
ILUSTRASI Peristiwa kebakaran lahan yang berada persis di sebelah ruas tol terjadi di KM 147 Cipali wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (22/7/2023) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - BPBD Majalengka mencatat total luas lahan yang kebakaran selama musim kemarau tahun ini mencapai lebih dari 100 hektare.

Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Majalengka, Rezza Permana, mengatakan, hingga kini total luas lahan terdampak kebakaran mencapai 121,11 hektare.

Menurut dia, data tersebut merupakan yang tercatat hingga pekan ini, dan tidak menutup kemungkinan hingga akhir September 2023 jumlahnya bakal terus bertambah.

Pasalnya, mundurnya prediksi awal musim hujan di wilayah Majalengka hingga November 2023 turut meningkatkan potensi kebakaran lahan dan hutan.

"Saat ini, total luasan lahan yang dilanda kebakaran di Majalengka mencapai 121,11 hektare, dan berpotensi bertambah," kata Rezza Permana saat ditemui di BPBD Majalengka, Jalan Gerakan Pramuka, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Sabtu (23/9/2023).

Ia mengatakan, puluhan hektare lahan yang dilanda kebakaran sepanjang musim kemarau tersebut tersebar di 15 dari total 26 kecamatan se-Kabupaten Majalengka.

Pihaknya mencatat, lahan yang dilanda kebakaran paling banyak di wilayah Kecamatan Majalengka yang mencapai 40,5 hektare, kemudian di Kecamatan Sukahaji 27,19 hektare.

Sementara total luasan lahan di 13 kecamatan lainnya di Kabupaten Majalengka yang terdampak kebakaran selama musim kemarau tahun ini berkisar antara 0,03 hingga 17 hektare.

"Di Kecamatan Majalengka dan Sukahaji jumlah kejadiannya paling banyak, sehingga lahan terdampak kebakarannya juga lebih luas dibanding kecamatan lainnya," ujar Rezza Permana.

Ia menyampaikan, dari 65 peristiwa kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Majalengka pada tahun ini tidak ada korban jiwa serta korban luka baik dari sisi petugas maupun masyarakat.

Selain itu, kesigapan petugas gabungan BPBD, TNI, Polri, dan pemadam kebakaran dalam menanggulangi bencana tersebut berhasil meminimalisir kerugian materi yang ditimbulkan.

"Potensi kebakaran lahan di Kabupaten Majalengka juga cenderung meningkat, karena BMKG sudah memprediksikan bahwa awal musim hujan terlambat dari biasanya," kata Rezza Permana.

Baca juga: Awal Musim Hujan di Majalengka Diprediksi Terlambat, BPBD Sebut Potensi Kebakaran Meningkat

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved