Nasib Petani Ketar-ketir? Air Waduk Jatiluhur Menyusut Hingga 10 Meter, Begini Penjelasan PJT II

Waduk Jatiluhur batas normal maksimalnya itu di 107 mdpl, sedangkan saat ini, batas titik air di ketinggian 96 mdpl, menyusut sekitar 10 meter.

|
Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Deanza Falevi
Bendungan Waduk Jatiluhur Purwakarta yang alami penyusutan hingga 10 meter saat musim kemarau panjang. PJT II siapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) bila hujan tak kunjung datang hingga November 2023 mendatang. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNCIREBON.COM, PURWAKARTA - Kondisi Waduk Jatiluhur selama musim kemarau yang berlangsung tiga bulan sejak Juli 2023 mengalami penyusutan debit air hingga 10 meter.

Meski demikian, Direktur Operasi dan Pemeliharaan Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, Anton Mardiyono, menyatakan bahwa air di saluran irigasi masih mengalir ke areal sawah dengan metode gilir giring air.

"Jadi batas normal maksimal itu di 107 mdpl, sedangkan saat ini, batas titik air di ketinggian 96 mdpl, menyusut sekitar 10 meter. Ketinggian itu berada di dua meter diatas batas krisis yang tahun ini kami tentukan di 94,44 mdpl," kata Anton saat ditemui Tribunjabar.id di Kantor PJT II, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Senin (4/9/2023).

Baca juga: Akibat El Nino, BPBD Catat Ribuan Warga Majalengka Terdampak Kekeringan

Akan tetapi, ia menegaskan, penyusutan air pada Waduk Jatiluhur tidak mengganggu pengaliran air ke saluran irigrasi.

Seperti yang diketahui, wilayah kerja Perum Jasa Tirta II itu meliputi wilayah Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta, dan sebagian Indramayu.

"Hingga saat ini areal sawah di wilayah itu masih bisa terairi dengan metoda gilir giring air," katanya.

Anton menyampaikan, bila tak turun hujan hingga November 2023, pihaknya akan menyiapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

"Bila cuaca kemarau ini berkelanjutan hingga November 2023 mendatang, kami akan menyiapkan TMC untuk menurunkan hujan agar debit air di Waduk Jatiluhur bisa terjaga."

"Kami pun menyiapkan anggaran sekitar Rp 13,4 miliar untuk TMC yang diharapkan bisa menurunkan hujan. Sehingga debit air di Waduk Jatiluhur ini bisa digunakan untuk kebutuhan air masyarakat," ujar Anton.(*)

Baca juga: Jasa Sumur Bor di Cirebon Laris Manis Saat Kemarau Panjang, Sehari Bisa Dapat Dua Panggilan

 

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved