Bupati Bakal Beri Bantuan Korban Kapal Tenggelam Lu Peng Yuan Yu 028 di Bongas Kulon Majalengka 

Bupati Majalengka, Karna Sobahi berjanji akan memberikan bantuan kepada keluarga korban tenggelam kapal di Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Bupati Majalengka, Karna Sobahi, Kamis (4/5/2023). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Bupati Majalengka, Karna Sobahi berjanji akan memberikan bantuan kepada keluarga korban tenggelam kapal di Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Jumat (26/5/2023).

Dalam waktu dekat, orang nomor satu di kota angin itu akan langsung datang ke rumah keluarga korban.

"Tentu kita akan menyampaikan bantuan ke sana, karena bagaimanapun mereka sedang berusaha mencari nafkah untuk keluarga."

"Antara hari Minggu ke sana," ujar Karna saat ditemui di Lapangan GGM Majalengka, Jumat (26/5/2023).

Foto Muhammad Rivaldi yang ditunjukan orangtuanya Anto (52), Selasa (23/5/2023), merupakan salah satu warga asal Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka yang dikabarkan menjadi korban kapal Lu Peng Yuan Yu 028 berbendera RRT atau China yang tenggelam di Samudera Hindia, Selasa (16/5/2023).
Foto Muhammad Rivaldi yang ditunjukan orangtuanya Anto (52), Selasa (23/5/2023), merupakan salah satu warga asal Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka yang dikabarkan menjadi korban kapal Lu Peng Yuan Yu 028 berbendera RRT atau China yang tenggelam di Samudera Hindia, Selasa (16/5/2023). (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Baca juga: Orangtua Rivaldi di Majalengka Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Anaknya Korban Kapal Tenggelam

Ia pun mengaku prihatin atas musibah yang menimpa Muhammad Rivaldi (20) di Samudera Hindia pada Selasa (16/5/2023).

Diketahui, ada sebanyak 39 Anak Buah Kapal (ABK) yang menaiki kapal tersebut.

Dari jumlah itu, 17 di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk warga Kabupaten Majalengka.

"Saya ikut prihatin dan menyampaikan belasungkawa musibah yang menimpa salah satu warga Majalengka yang menjadi korban ABK di Samudera Hindia," ucapnya.

Atas musibah yang menimpa warganya, mantan Wakil Bupati dua periode itu itu memberikan imbauan agar masyarakatnya yang bekerja sebagai PMI (Pekerja Migran Indonesia (PMI) lebih berhati-hati jika bekerja.

Meskipun musibah itu sendiri di luar kemampuan manusia.

"Tentu dari awal kan kita selalu meminta kepada para TKI agar lebih hati-hati, tapi kembali lagi yang namanya musibah itu di luar kemampuan manusia."

"Oleh karena itu, kita hanya berharap dan meminta para TKI agar lebih hati-hati ketika bekerja," jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, kapal penangkap ikan berbendera RRT Lu Peng Yuan Yu 028 dikabarkan tenggelam pada Selasa (16/5/2023).

Dikabarkan, ada 39 orang Anak Buah Kapal (ABK) yang menjadi korban dalam peristiwa itu.

Dari puluhan orang itu, 17 di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI).

Seminggu setelah kejadian tersebut, beredar kabar adanya warga Kabupaten Majalengka, Jawa Barat turut menjadi korban.

Diketahui, korban tersebut bernama Muhammad Rivaldi (20), warga Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.

Kabar itu pun dibenarkan oleh Perangkat Desa Bongas Kulon, Tasdik.

Ditemui di rumah korban, Tasdik pun telah mengkonfirmasi ke pihak keluarga bahwasanya benar ada warganya yang menjadi korban kecelakaan kapal tersebut.

"Betul, konfirmasi dari pihak keluarga sekaligus dari pihak PT, bahwa salah satu warga kita atas nama Muhammad Rivaldi putranya dari Bapak Anto merupakan warga kami yang ikut dalam pelayaran menggunakan kapal China," ujar Tasdik kepada Tribun, Selasa (23/5/2023).

Namun, kata dia, pemerintah desa sampai saat ini belum menerima laporan secara resmi dari pemerintah.

Baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

"Kami berharap tentu bantuan dari Pak Bupati Majalengka atau pemerintah pusat agar warga kami yang ikut tenggelam di Samudera Hindia ini bisa segera ditemukan dalam keadaan apapun," ucapnya.

Jika memang nantinya benar ditemukan, pihaknya mewakili keluarga korban berharap agar Muhammad Rivaldi segera dipulangkan.

Sehingga, pihak keluarga juga bisa menindaklanjuti sebagai mestinya.

Sementara, orang tua Muhammad Rivaldi, Anto (52) mengaku, mendapatkan kabar anaknya menjadi korban kapal tenggelam dari perusahaan yang memberangkatkannya.

Ia diberi kabar tiga hari usai peristiwa naas itu terjadi.

"Info awalnya saya langsung dari PT, saya dipanggil langsung waktu hari Jum'at (19/5/2023), PT mengatakan bahwa atas nama Muhamad Rivaldi menjadi salah satu korban kapal tenggelam, di situ disertai juga nama kapal dan nomor registrasi nya tapi saya lupa nomornya," jelas Anto, saat ditemui di Blok Selasa, RT.3/2, Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.

Seminggu setelah kejadian, kata Anto, pihak keluarga belum mendapatkan informasi kembali terkini peristiwa naas itu.

Ia pun berharap, pemerintah pusat yang sampai saat ini masih mencari para awak ABK itu menemukan para korban, termasuk anaknya.

"Ya pasti saya minta anak saya segera dipulangkan dengan keadaan apapun."

"Supaya keluar juga tahu gitu kondisi terakhir anak saya."

"Apalagi Rival merupakan anak laki-laki satu-satunya yang saya inginkan begitu yang dibangga-banggakan," ucapnya.

Rivaldi sendiri anak ketiga dari tiga bersaudara dari pasangan Anto dan Wiwin (48).

Pemuda berusia 20 tahun itu baru sekitar lima bulan bekerja sebagai pencari ikan di kapal tersebut.

"Anak saya mulai kerja pertengahan bulan Desember 2022 melalui PT di Cirebon." 

"Waktu awal keberangkatan, saya juga nganterin ke PT, bahkan saya nitip pesan untuk titip anak saya, dan mereka meminta saya gak usah khawatir karena PT-nya resmi dan kalau ada apa-apa pasti dikabari."

"Kalau bekerjanya di China, karena memang jadi ABK di Kapal China," jelas dia.

Baca juga: Pemkab Majalengka Pastikan Perusahaan yang Pekerjakan Rivaldi Korban Kapal Tenggelam Tanggung Jawab

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved