Kamis, 30 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kasus Asusila

Guru Ngaji di Cilengkrang Cabuli Muridnya, Satu Korban yang Berusia 14 Tahun Kini Hamil

Seorang guru ngaji bejat di Cilengkrang, Kabupaten Bandung, cabuli anak di bawah umur yang merupakan muridnya hingga hamil.

Tayang:
Tribun Maluku
Ilustrasi - Pencabulan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin


TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG- Seorang guru ngaji bejat di Cilengkrang, Kabupaten Bandung, cabuli anak di bawah umur yang merupakan muridnya hingga hamil.


Anak tersebut kini baru berusia 14 tahun, bahkan merupakan anak keterbelakangan mental, atau memiliki iq di bawah rata-rata.


Seorang warga, Gugun mengungkapkan, selain korban yang hamil, ada korban lainnya sekitar 11 orang anak perempuan.

Baca juga: HEBOH di Pangandaran Ada Info Tambahan Bonus Rp 3 Juta Bagi Honorer dan Guru Ngaji, Ternyata Hoaks


"Usia korban di bawah umur, paling kecil 8 tahun, paling bersar 14 tahun (kondisi sekarang hamil)," ujar Gugun, saat ditemui di runahnya, Selasa (23/5/2023).


Gugun mengatakan, sepertinya yang disetubuhi satu anak dan sisanya dipegang-pegang.


Gugun menjelaskan, saat pindah ke daerah tersebut sekitar tahun 2021, anaknya ikut mengaji di tempat pelaku AR, namun baru dua bulan ia keluarkan anaknya dan memutuskan untuk tidak mengaji di sana.


"Si pelaku itu sering neleponin nanyain udah makan atau belum, setiap malam, belum lagi ada kejadian seperti itu," kata dia. 


Menurut Gugun, anaknya pernah bercerita saat luka dikaki, lalu diobatin oleh pelaku tapi tangannya meraba ke mana-mana.

Baca juga: Suruh Muridnya Praktek Salat, Oknum Guru Ngaji di Sukabumi Malah Lakukan Rudapaksa


"Waktu itu istri saya diam tidak bersuara karena merasa sebagai orang baru. Hanya memberhentikan anak untuk tak mengaji di sana," kata dia.


Gugun mengatakan awal ketahuan, hari Jumat kemarin ada anak yang menjadi korban akan dinikahkan dengan pelaku, katanya untuk menutupi aib.


"Kemudian ada tokoh pemuda yang datang ke saya bilang, kenapa kok begini. Terus saya bilang biarkan dulu, tapi si tokoh pemuda itu bilang anaknya dilecehkan," kata dia.


Gugun menjelaskan, akhirnya didatangi terus pelaku digebugi sama ayah dari para korban yang sudah geram. 


"Di sana banyak yang bersuara ternyata banyak yang menjadi korban, per hari ini, sekitar 12 orang," kata Gugun.

Baca juga: Berkah Ramadan, Guru Ngaji Hingga Marbot di Majalengka Dapat Bantuan, Segini Nilainya


Sebelumnya, kata Gugun, dari informasi yang didapatnya, si pelaku ini pernah melakukan hal serupa di kampung sebelah.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved