Ratusan Ekor Sapi di Pangandaran Terjangkit Cacar Sapi, Begini Gejalanya

Dinkes Pangandaran menyatakan, banyak ratusan ekor sapi di Pangandaran yang terkena penyakit cacar sapi (Lumpy Skin Disaese).

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Ilustrasi Sapi 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna


TRIBUNCIREBON.COM, PANGANDARAN - Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran menyatakan, banyak ratusan ekor sapi di Pangandaran yang terkena penyakit cacar sapi (Lumpy Skin Disaese).

Hal itu disampaikan Suryadi Kepala Bidang Perternakan dan Kesehatan Hewan di Dinas Pertanian Kabupaten Pangansaran.

Bahwa, setidaknya ada 245 ekor hewan sapi yang sudah terjangkit penyakit Cacar Sapi.

Di antaranya, di Kecamatan Pangandaran ada 56 ekor, Kecamatan Sidamulih ada 73 ekor, Kecamatan Cimerak 35 ekor.

Baca juga: H-1 Lebaran, Harga Daging Sapi dan Ayam Naik di Indramayu, Pembeli Banyak yang Kabur


Di Kecamatan Cijulang 15 ekor, Kecamatan Cigugur 12 ekor, Kecamatan Langkaplancar 8 ekor, Kecamatan Mangunjaya 15 ekor.

Kemudian di Kecamatan Padaherang 5 ekor, Kecamatan Kalipucang 8 ekor dan di Kecamatan Parigi 18 ekor.

"Gejala LSD atau Cacar Sapi ini, muncul seperti bisul cacar di sekujur tubuh, demam selama 3 hari, tubuh sapi akan lemah, tidak mau makan dan minum," ujar Suryadi kepada wartawan melalui seluler, Kamis (18/5/2023) pagi.

Sementara, lanjut Ia, jika sapi tersebut bisa melewati masa sakit selama 10 hari itu pasti akan sembuh. Tapi, anak sapi yang baru berusia beberapa bulan biasanya tidak akan kuat menghadapi penyakit cacar sapi.

Baca juga: Empat Ekor Sapi di Pangandaran Diduga Mati Tersambar Petir, Dikubur Massal

"Untuk itu, saat terjangkit cacar sapi, indukan dan anak sapi harusnya dipisahkan dulu," katanya.

Menurutnya, karakter penyakit LSD terhadap sapi ini nyaris mirip dengan PMK. Dimana, jika jadi penyintas, yang terjangkit bisa mengalami kekebalan terhadap penyakit tersebut.

"Jika terjangkit, sapi ini perlu beberapa pertolongan seperti diberi vitamin, diberi susu skim, vitamin ayam petelur dan susu sambung untuk anak sapi," ucap Suryadi.

Selanjutnya, apabila sudah sembuh, si anak sapi tersebut bisa disatukan kembali dan boleh disusui oleh induknya.

"Kalau sakit Cacar, peternak jangan buru-buru menjual sapinya. Karena, penyembuhanya cukup mudah," ujarnya.

Kata Ia, penyakit cacar Sapi disebabkan oleh Capripoxvirus dan sangat cepat penularannya. "Tapi, kalau cepat ditangani, resiko kematiannya rendah," ucapnya. *

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved