Jumat, 1 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kisah Yustira Nurfadilah Mahasiswi Kuningan Selamat dari Zona Perang Sudan, Letusan Terus Terjadi

Saat berada di Sudan, Yustira dan teman-temannya diminta menjauhi jenela dan pintu.

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
Yustira Nurfadilah (kanan) mahasiswi Internasional University of Africa saat diwawancarai awak media di rumahnya. Ia berhasil dievakuasi pemerintah dari Sudan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Mahasiswi asal Kuningan Yustira Nurfadilah (24) berhasil dievakuasi oleh pemerintah dari Sudan.

Beberapa tahun terakhir ini ia menuntut ilmu di Internasional University of Africa, Sudan.

Kini ia sudah ada di rumahnya di Desa Silebu, Kecamatan Pancalang, Kuningan.

Yustira Nurfadilah menceritakan beragam pengalaman hidup di luar negeri dalam mengikuti pendidikan di Sudan, hingga sekarang berhasil selamat kembali ke Indonesia.

"Untuk pengalaman semasa hidup menjadi pelajar di sana, tentu sangat banyak hingga dekat dengan tenaga ahli KBRI Indonesia di Sudan," kata Yustira Nurfadilah (24) saat berbincang dengan sejumlah awak media di rumahnya, Kamis (4/5/2023) sore.

Yustira mengatakan dalam keseharian mereka menggunakan Bahasa Arab sebagai alat komunikasi di lingkungan kampus.

Ini merupakan kebijakan dan kebiasaan warga di sana.

"Kalau untuk keseharian, saya menggunakan Bahasa Arab. Kita harus ikut kebiasaan masyarakat di sana juga," ujarnya.

Ditanya soal kapan terjadinya konflik hingga membuat warga tidak nyaman, Yustira mengatakan sebenarnya perkembangan hingga muncul konflik sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu.

"Konflik itu terjadi dari sebelum saya sekolah di sana. Konflik pernah terjadi pada tahun 2021, tapi tidak ada serangan senjata. Semacam demontrasi besar-besaran gitu," katanya.

Berjalannya waktu hingga terjadi perang saudara, Yustira mengaku, sejak awal terus mendapat informasi perkembangan situasi dan kondisi di lingkungan pendidikan.

"Ya, untuk perkembangan demi keselamatan kami, saya sering dikasih tahu, jika ada demo atau aksi lain. Cuma, dari situ. Saya selalu diingatkan oleh petugas KBRI dan pengajar, untuk tidak ikut campur urusan politik dan persoalan di sana," ujarnya.

Puncak terjadi konflik hebat hingga terjadi peperangan, Yustira mengatakan, kejadian itu berlangsung sekitar Bulan April 2023.

Pada waktu itu, suara-suara ledakan dan kepulan asap terdengar.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved