Pemkab Majalengka Jamin Pengobatan 2 Warganya yang Jadi Penyintas Perang di Sudan
Karna Sobahi mengatakan, pihaknya sudah memonitor kedua warganya tersebut melalui puskesmas di tempat tinggal masing-masing
Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
"Baru setelah posko 4, pemeriksaan lebih ketat, tidak percaya dengan memperlihatkan bendera itu. Saya akhirnya perlihatkan identitas Indonesia," ujar ibu tiga anak itu.
Saat sampai di Mayo, Nani mengaku menerima telepon dari pihak KBRI dan diminta untuk kembali.
"Saya kembali lagi, tapi nggak ke KBRI, saya e PPI," ucapnya.
Setelah itu pekan lalu, Nani bersama WNI lainnya, termasuk mahasiswa di Sudan dievakuasi pulang ke Indonesia.
Namun sayang, di tengah perjalanan terjadi musibah.
"Ada 6 bus, itu dari Kloter 2. Satu mobil untuk PMI bersama dari Kedubes, terus 5 mobil dari kalangan mahasiswa."
"Di perjalanan, bis yang kami tumpangi kecelakaan, masuk jurang. Saya mengalami luka di bagian kaki. Tidak dirujuk ke RS, kami menunggu rombongan mahasiswa. Begitu tiba, kami dibagi ke 5 mobil mahasiswa itu," jelas dia.
Kini, Nani telah tiba di kampung halaman.
Kendati luka bekas kecelakaannya belum benar-benar sembuh, tetapi Nina mengaku bersyukur bisa kembali berkumpul bersama keluarga.
"Dari Majalengka, ada satu orang lagi, orang (kecamatan) Sindang, sama luka juga karena satu mobil dengan saya. Alhamdulillah, saya sekarang semakin membaik," katanya.
Diketahui, konflik militer antara Sudan Armed Forces (SAF) atau Angkatan Bersenjata Sudan dengan paramiliter RSF pecah di Kota Khartoum pada 15 April 2023.
Konflik tersebut mengancam situasi keamanan di Sudan.
Akibatnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Khartoum menetapkan status Siaga II pada 16 April 2023.
Dengan meningkatnya eskalasi konflik tersebut, pada 20 April 2023, KBRI Khartoum menetapkan status siaga I.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Bupati-Majalengka-Karna-Sobahi.jpg)