Ratusan Anak Usia 12 Tahun di Indramayu Berbondong-bondong Daftar Haji, Ini Alasannya

Ada ratusan anak usia 12 tahun yang sudah didaftarkan untuk beribadah haji.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: taufik ismail
Handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Suasana Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu , Jumat (13/11/2020) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu mencatat masa tunggu haji untuk calon jemaah asal Indramayu mencapai 21 tahun.

Warga pun harus bersabar menunggu puluhan tahun untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci.

Di samping itu, karena waktu tunggu yang lama membuat tidak sedikit orang tua yang mendaftarkan haji anaknya sedari remaja.

Kemenag Indramayu mencatat, tidak sedikit calon jemaah yang berusia baru 12 tahun sudah mendaftar haji, jumlahnya bahkan mencapai ratusan.

"Mungkin karena melihat masa tunggu yang panjang. Jadi mereka mendaftarkan anaknya juga walau masih kecil," ujar Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu, Wahyudin kepada Tribuncirebon.com, Rabu (8/3/2023).

Wahyudin menyampaikan, saat mendaftar haji, orang tuanya sekaligus juga mendaftarkan anaknya.

Dengan harapan, ketika usia mereka sekitar 30 tahunan sudah bisa mendapat kuota kursi berangkat ke Tanah Suci.

"Dan kita juga memang terus mengkampanyekan untuk daftar haji usia muda, ini terus kita sosialisasikan," ujar dia.

Untuk pemberangkatan haji tahun ini, diketahui Indramayu mendapatkan kuota sebanyak 1.788 orang.

Mereka akan tergabung dalam 4 kelompok terbang (Kloter) dan setengah kloter digabung dengan daerah lain.

Masing-masing kloter akan berjumlah sekitar 400 orang.

Dalam hal ini, pihaknya juga berharap pelaksanaan pemberangkatan haji tahun ini bisa diselenggarakan dengan lancar.

Terlebih, untuk pemberangkatan haji tahun ini Embarkasi Haji Indramayu sudah bisa digunakan.

"Insya Allah sementara sudah bisa digunakan untuk calon jemaah di Ciayumajakuning (Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) serta ditambah Subang dan Sumedang," ujar dia.

Baca juga: Fenomena di Indramayu, Biaya Haji Naik Tapi Calon Jemaah Malah Banyak yang Nanya Kapan Pelunasan

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved