Minggu, 19 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Wisata Kuningan

Monumen Mortir Jadi Daya Tarik Wisata Desa Pamulihan Kuningan, Ini Sejarahnya

Bangunan Monumen Mortir yang terletak di lingkungan Kantor Desa Pamulihan, Kecamatan Cipicung, Kuningan, jadi daya tarik wisata.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Monumen Mortir di lingkungan Kantor Desa Pamulihan, Kuningan 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Bangunan Monumen Mortir yang terletak di lingkungan Kantor Desa Pamulihan, Kecamatan Cipicung, Kuningan, menjadi daya tarik pemerintah desa dalam menigkatkan sejumlah wisata setempat.

"Untuk Monumen Mortir ini berada sejak tahun 1970 an, dan ini memiliki latar belakang atau sejarah kuat tentang keberadaan desa kami, hingga menjadi daya tarik wisata," kata H Darwin Supardja yang kebetulan Kepala Desa Pamulihan, saat berbincang dengan TribunCirebon.com, Senin (6/3/2023).

Selama ini, kata Darwin Supardja mengungkap, zona wisata yang ada di daerah sekitar, di antaranya wisata sejarah dan wisata religi.

"Dua sektor wisata, yaitu wisata religi dan sejarah, memang sering di kunjungi pelancong juga. Namun, untuk mendominasi itu baru di wisata religi," katanya.

Baca juga: Destinasi Wisata Cirebon: Cirebon Waterland Ada Kapal Raksasa dan Rumah Apung, Tiket per Orang Murah

Alasan jumlah dominan terjadi pada wisata religi di desa setempat, Darwin Supardja mengungkap, ini akibat sebuah makam pemuka agama terdahulu.

Terlebih sosok pemuka agama itu masih ada kaitan dengan kesultanan yang di Cirebon.

"Untuk makam yang banyak di kunjungi para peziarah, makan ini dikenal dengan sebutan makam Mbah Buyut Bragajati dan Makam Sultonangga," katanya.

Untuk peziarah, Darwin Supardja menyebut, mereka datang dari daerah sekitar Kuningan, bahkan ada yang datang dari luar Kuningan.

Monumen Mortir di lingkungan Kantor Desa Pamulihan, Kuningan
Monumen Mortir di lingkungan Kantor Desa Pamulihan, Kuningan (Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

"Para peziarah datang itu dari Kuningan sendiri, juga ada dari Tasikmalaya, Jawa Tengah dan daerah lainnya lagi," ujarnya.

Terlepas dengan tokoh pra kemerdekaan tersebut, Darwin Supardja mengungkap, sejarah Monumen Mortil ini memiliki banyak cerita warga terdahulu.

"Jadi, ketika jaman pra kemerdekaan. Daerah kita diserang oleh penjajah dengan menggunakan senjata perang, seperti Mortil dan bom jenis lainnya. Namun, untuk Mortil seukuran bayi tidak meledak dan ini menimbulkan banyak kisah," katanya.

Baca juga: Ratusan Motor Vespa Kumpul di Wisata Alam Tenjo Laut Kuningan, Datang dari Sejumlah Daerah

Titik Mortil yang diluncurkan musuh pada jaman peperangan, kata Kades bahwa lokasi turunnya Mortil tidak jauh dari kantor desa sekarang.

"Sewaktu itu, Mortir yang di luncurkan musuh, itu berada di sekitar lapang bola. Nah, mengenai tidak meledak? Ini banyak versi menyebut bahwa daerah kami memiliki orang 'hebat' hingga nilai karomahnya, membuat Mortir aktif tidak meledak," katanya.

Selain itu, kata Darwin menyebut, berdasarkan keterangan dan kisah warga terdahulu.

"Jika terjadi ledakan Mortir pada jaman itu, mungkin tidak ada kecamatan Cipicung, apalagi Desa Pamulihan ini. Sebab, ledakan Mortir itu bisa menghancurkan bangunan dengan radius 5 kilometer, dari arah mata angin," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved