Jalan Rusak Kuningan Jadi Sorotan
Janji Bupati Kuningan di Hajat Bumi: Jalan Rusak 4,7 Km Segera Dibangun
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan komitmennya untuk memperbaiki jalan rusak yang menjadi penghubung antar desa
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
Ringkasan Berita:
- Bupati Kuningan berjanji memperbaiki jalan rusak sepanjang 4,7 km yang menghubungkan beberapa desa saat menghadiri tradisi hajat bumi di Desa Cikeleng.
- Perbaikan jalan dinilai penting karena menjadi akses utama mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian di wilayah Japara dan Cigandamekar.
- Selain pembangunan infrastruktur, Bupati juga mengajak masyarakat melestarikan tradisi hajat bumi serta menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Laporan Kontributor Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM- Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan komitmennya untuk memperbaiki jalan rusak yang menjadi penghubung antar desa di wilayah Kecamatan Cigandamekar dan Japara. Janji tersebut disampaikan langsung di hadapan warga Desa Cikeleng saat pelaksanaan tradisi hajat bumi.
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa hajat bumi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki makna yang lebih dalam bagi kehidupan masyarakat. “Hajat Bumi menjadi ruang pertemuan antara nilai spiritual, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi tersebut sebagai bagian dari kearifan lokal. Menurutnya, tradisi ini mengandung pesan penting tentang hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.
Baca juga: Dituding Mafia Bong! Juru Kunci Bong Cina Cirebon: “Ada Izin Ahli Waris, Jangan Asal Tuduh”
“Kami mengajak warga untuk melestarikan budaya dan menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama,” katanya.
Terkait infrastruktur, pemerintah daerah berencana memperbaiki ruas jalan sepanjang sekitar 4,7 kilometer yang menghubungkan Wano, Cikeleng, hingga Cengal. Jalur ini dinilai sangat penting karena menjadi akses utama mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
“Jalur ini merupakan akses vital bagi mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian,” ucapnya.
Baca juga: Fenomena KTP Kepercayaan di Kuningan, Disdukcapil Pastikan Layanan Tetap Prima
Selain pembangunan fisik, Bupati juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya terkait persoalan sampah yang kerap dibuang ke sungai dan saluran air.
Sementara itu, Kuwu Desa Cikeleng, Rukmana, menjelaskan bahwa tradisi hajat bumi merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen sekaligus doa bersama untuk kesejahteraan.
Baca juga: Cukup NIK! Cara Baru Cek Desil dan Informasi Bansos Tahap II April 2026 Sudah Bisa Dicairkan
“Tradisi ini dilaksanakan sebagai ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus doa bersama untuk keberkahan,” katanya.
Dalam pelaksanaan hajat bumi, terdapat berbagai simbol yang sarat makna, seperti pisang satu tandan yang melambangkan persatuan, padi sebagai simbol kemakmuran, hingga umbi-umbian yang menggambarkan kerja keras masyarakat dalam menjalani kehidupan.
| Daftar Harga Tiket Pertandingan Persib Bandung VS Arema FC, Tersedia di Persib App |
|
|---|
| Kasus Pencatutan Identitas Guru Klaim Punya Ferarri, Disdukcapil Ingatkan Warga Jaga Data Pribadi |
|
|---|
| Hama Tikus dan Wereng Jadi Ancaman Saat Musim Panen, Dinas Pertanian Kuningan dan Petani Lakukan Ini |
|
|---|
| Lahir dari ‘Pinggiran’! 7 Serikat Buruh Cirebon Satukan Suara, F-Garuda Resmi Dibentuk |
|
|---|
| Kecelakaan Maut di Pantura Cirebon, Motor Disambar Truk Gandeng, Ibu Tewas-Anak Luka Berat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Kades-Cikeleng-dan-Bupati-Dian-saat-foto-bareng-dalam-Kegiatan-hajat-bumi.jpg)