Breaking News:

Disdikbud Indramayu Mengaku Sudah Tahu 2 SD di Widasari Kebanjiran, Begini Penjelasan dan Sarannya

Disdikbud Kabupaten Indramayu mengaku sudah mengetahui perihal kondisi banjir yang melanda di SD Negeri 2 dan 3 Widasari.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handika Rahman
SD Negeri 2 dan 3 Widasari di Indramayu yang tergenang banjir akibat hujan deras, Rabu (25/1/2023). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Disdikbud) Kabupaten Indramayu mengaku sudah mengetahui perihal kondisi banjir yang melanda di SD Negeri 2 dan 3 Widasari.

Kondisi tersebut memang sudah rutin terjadi di kedua sekolah yang berada di satu lokasi yang sama tersebut.

Baca juga: Ratusan Murid di SDN 2 dan 3 Widasari di Indramayu Terpaksa Harus Sekolah Pakai Sandal

Disdikbud Indramayu sendiri sudah melakukan kunjungan ke sekolah setempat pada Desember 2022 lalu untuk mengecek penyebab terjadinya banjir.

Kabid Pembinaan SD Disdikbud Indramayu, Baman mengatakan, saat itu bahkan pihaknya melakukan kunjungan bersama pemerintah Kecamatan Widasari.

"Itu karena gorong-gorong atau selokan ada tanah yang longsor sehingga terjadi pendangkalan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (25/1/2023).

Baman menyampaikan, saat itu bahkan pemerintah kecamatan sudah melakukan pembersihan gorong-gorong.

Di sisi lain, Disdikbud Indramayu juga menyarankan kepada pihak sekolah untuk membuat saluran pembuangan menggunakan paralon yang ujungnya dilapisi plastik khusus seperti yang biasa digunakan petani.

Baca juga: Derita Murid SDN 3 Widasari Indramayu, Terpaksa Belajar Pakai Seragam Basah dan Tak Pakai Sepatu

Tujuan agar ketika debit air pada gorong-gorong atau selokan itu tinggi dan hendak masuk ke areal sekolah, maka plastik yang ada di paralon akan menutup otomatis.

Lanjut dia, sedangkan jika ada genangan banjir di areal sekolah, air itu bisa dengan mudah keluar ke selokan.

"Jadi fungsi plastik itu nanti sebagai kantung, tapi mungkin upaya itu belum dilakukan oleh pihak sekolah sehingga kembali terjadi banjir," ujar dia.

Di sisi lain, disampaikan Baman, mendorong masalah tersebut untuk dimasukan dalam pembahasan musyawarah masyarakat Widasari terkait dengan peninggian halaman kedua sekolah tersebut.

"Kami dari dinas juga akan mencoba berkoordinasi lagi dengan pihak sekolah untuk upaya penanggulangan," ujar dia.

Sementara itu, Camat Widasari, Sidik Tri Hartono mengatakan, pasca-banjir yang merendam kedua SD tersebut pada Desember 2022 lalu, pihaknya langsung melakukan peninjauan.

Saat itu, pemerintah kecamatan juga langsung melakukan pembersihan selokan yang tersumbat dan mengalami pendangkalan.

"Saat itu selokan sudah dibersihkan," ujar dia.

 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved