Jaga Tren Positif Pertumbuhan Ekonomi Ciayumajakuning, BI Cirebon Beri Rekomendasi Ini

Pertumbuhan ekonomi di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, serta Kuningan (Ciayumajakuning) menunjukan tren positif selama 2022

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kepala KPw BI Cirebon, Hestu Wibowo (ketiga kanan), saat memaparkan prospek ekonomi Ciayumajakuning 2023 di KPw BI Cirebon, Jalan Yos Sudarso, Kota Cirebon, Selasa (17/1/2023) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pertumbuhan ekonomi di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, serta Kuningan (Ciayumajakuning) menunjukan tren positif selama 2022.


Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon, Hestu Wibowo, mengatakan, tren positif itu menjadi pertanda bahwa pemulihan ekonomi di Ciayumajakuning berjalan optimal.


Bahkan, menurut dia, pada tahun lalu wilayah Ciayumajakuning menyumbang 9,78 persen terhadap perekonomian Jawa Barat, dan kontribusi tertinggi dari Indramayu yang mencapai 3,63 persen.

Baca juga: 80 Stand UMKM Meriahkan CEF 2022, BI Cirebon Ajak Masyarakat Beli Produk UMKM


"Sektor paling dominan menyumbang pertumbuhan ekonomi adalah industri pengolahan, konstruksi, perdagangan besar dan eceran, pertanian, kehutanan, perikanan, transportasi, serta pergudangan," kata Hestu Wibowo saat ditemui di KPw BI Cirebon, Jalan Yos Sudarso, Kota Cirebon, Selasa (17/1/2023).


Pihaknya juga menyampaikan beberapa rekomendasi untuk menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning pada tahun ini, di antaranya, menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Kepala KPw BI Cirebon, Hestu Wibowo (ketiga kanan), saat memaparkan prospek ekonomi Ciayumajakuning 2023 di KPw BI Cirebon, Jalan Yos Sudarso, Kota Cirebon, Selasa (17/1/2023)
Kepala KPw BI Cirebon, Hestu Wibowo (ketiga kanan), saat memaparkan prospek ekonomi Ciayumajakuning 2023 di KPw BI Cirebon, Jalan Yos Sudarso, Kota Cirebon, Selasa (17/1/2023) (Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)


Ia mengatakan, upaya itu diperlukan untuk meningkatkan daya saing kemudahan perizinan investasi, mempercepat revisi RTRW, bantuan teknologi, dan dukungan kebijakan yang memerhatikan kinerja usaha serta daya beli pekerja.


Selain itu, langkah lainnya ialah mendorong sistem logistik yang efisien melalui penurunan ongkos angkut barang dan biaya logistik, seera mengoptimalkan penggunaan digitalisasi.


"Peran pemda dalam meredam inflasi juga harus ditingkatkan, karena perlu menentukan timing yang tepat apabila akan menyesuaikan tarif, pajak, maupun retribusi daerah," ujar Hestu Wibowo.


Ia mengakui perlunya program yang bersifat struktural seperti pembentukan BUMD Pangan, penguatan produksi pangan dan holtikultura hingga urban farming sebagai langkah lanjutan dalam pengendalian inflasi secara koordinatif.


Hestu juga mendorong pemda merealisasi bantuan sosial dan proyek yang menyerap tenaga kerja untuk mengoptimalisasi eletronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD).

Baca juga: BI Cirebon Buka Layanan Penukaran Uang Baru di Grage Mall Mulai Besok, Meriahkan CEF 2022


Pihaknya pun mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendukung ketahanan pangan dan logistik, baik untuk memperkuat konektivitas pertanian maupun integrasi infrastruktur dalam mengefisiensi rantai pasok.


"Rekomendasi lainnya adalah meningkatkan kerja sama bisnis dengan mitra domestik maupun luar negeri untuk memperluas pasar, terutama produk industri pengolahan," kata Hestu Wibowo.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved