Jaga Tren Positif Pertumbuhan Ekonomi Ciayumajakuning, BI Cirebon Beri Rekomendasi Ini
Pertumbuhan ekonomi di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, serta Kuningan (Ciayumajakuning) menunjukan tren positif selama 2022
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pertumbuhan ekonomi di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, serta Kuningan (Ciayumajakuning) menunjukan tren positif selama 2022.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon, Hestu Wibowo, mengatakan, tren positif itu menjadi pertanda bahwa pemulihan ekonomi di Ciayumajakuning berjalan optimal.
Bahkan, menurut dia, pada tahun lalu wilayah Ciayumajakuning menyumbang 9,78 persen terhadap perekonomian Jawa Barat, dan kontribusi tertinggi dari Indramayu yang mencapai 3,63 persen.
Baca juga: 80 Stand UMKM Meriahkan CEF 2022, BI Cirebon Ajak Masyarakat Beli Produk UMKM
"Sektor paling dominan menyumbang pertumbuhan ekonomi adalah industri pengolahan, konstruksi, perdagangan besar dan eceran, pertanian, kehutanan, perikanan, transportasi, serta pergudangan," kata Hestu Wibowo saat ditemui di KPw BI Cirebon, Jalan Yos Sudarso, Kota Cirebon, Selasa (17/1/2023).
Pihaknya juga menyampaikan beberapa rekomendasi untuk menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning pada tahun ini, di antaranya, menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Ia mengatakan, upaya itu diperlukan untuk meningkatkan daya saing kemudahan perizinan investasi, mempercepat revisi RTRW, bantuan teknologi, dan dukungan kebijakan yang memerhatikan kinerja usaha serta daya beli pekerja.
Selain itu, langkah lainnya ialah mendorong sistem logistik yang efisien melalui penurunan ongkos angkut barang dan biaya logistik, seera mengoptimalkan penggunaan digitalisasi.
"Peran pemda dalam meredam inflasi juga harus ditingkatkan, karena perlu menentukan timing yang tepat apabila akan menyesuaikan tarif, pajak, maupun retribusi daerah," ujar Hestu Wibowo.
Ia mengakui perlunya program yang bersifat struktural seperti pembentukan BUMD Pangan, penguatan produksi pangan dan holtikultura hingga urban farming sebagai langkah lanjutan dalam pengendalian inflasi secara koordinatif.
Hestu juga mendorong pemda merealisasi bantuan sosial dan proyek yang menyerap tenaga kerja untuk mengoptimalisasi eletronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD).
Baca juga: BI Cirebon Buka Layanan Penukaran Uang Baru di Grage Mall Mulai Besok, Meriahkan CEF 2022
Pihaknya pun mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendukung ketahanan pangan dan logistik, baik untuk memperkuat konektivitas pertanian maupun integrasi infrastruktur dalam mengefisiensi rantai pasok.
"Rekomendasi lainnya adalah meningkatkan kerja sama bisnis dengan mitra domestik maupun luar negeri untuk memperluas pasar, terutama produk industri pengolahan," kata Hestu Wibowo.
Bupati Majalengka Buka Turnamen Olahraga dan Seni Ikatan Notaris Ciayumajakuning, Peringati HUT RI |
![]() |
---|
Ngadu ke OJK Cirebon, Warga Ciayumajakuning Paling Banyak Ribut soal Pinjol, Akses SLIK Meningkat |
![]() |
---|
Dulu Tertahan Moratorium, Kini P3C Siap Wujudkan Provinsi Cirebon Raya |
![]() |
---|
Pengusaha Travel Ciayumajakuning Protes Larangan Study Tour KDM, Banyak Klien Batalkan Perjalanan |
![]() |
---|
Kinerja 18 BPR di Ciayumajakuning Melemah Sepanjang 2024, OJK Beberkan Penyebabnya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.