Selasa, 14 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kapolres Garut AKBP Rio Menangis di Hadapan Anak-anak yang Terlibat Geng Motor

Ketika itu di Mapolres Garut, Kamis (12/1/2023), sejumlah remaja yang terlibat geng motor di Garut dipanggil oleh polisi untuk pembinaan bersama Bapas

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Sidqi Al Ghifari
Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro menangis saat menyalami anak-anak yang terlibat geng motor di Garut, mereka diberi penyuluhan di Mapolres Garut, Kamis (12/1/2023). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNCIREABON.COM, GARUT - Kapolres Garus AKBP Rio Wahyu Anggoro menangis di hadapan anak-anak yang terlibat geng motor.

Ketika itu di Mapolres Garut, Kamis (12/1/2023), sejumlah remaja yang terlibat geng motor di Garut dipanggil oleh polisi untuk pembinaan bersama Bapas Garut.

Baca juga: Bos Geng Motor di Garut Diringkus Tim Sancang Polres, Ternyata Berasal dari Cijerah Bandung

Orangtua mereka juga turut hadir. AKBP Rio Wahyu Anggoro menyalami para korban satu persatu sembari memberikan bantuan sembako.

Pada salah satu anak, dia menanyakan orangtua mereka yang mayoritas masih ada.

Kapolres Garut pun jadi teringat ayahnya yang sudah meninggal.

Beberapa saat ia sempat terdiam, kemudian menangis sembari menepuk pundak anak tersebut.

"Bapak saya sudah meninggal, bapak kamu masih ada. Bapak saya enggak pernah lihat keberhasilan saya," kata Kapolres Garut seraya meneteskan air mata.

Dia juga berpesan pada mereka untuk berbakti pada orangtua, belajar dengan tekun.

"Bapak saya sudah tidak ada tapi saya masih punya ibu," kata Rio Wahyu Anggoro.

AKBP Rio kemudian memeluk orang tua sang anak, ia berpesan agar sang anak bisa memberikan kebanggan kepada orang tuanya.

Dalam kegiatan tersebut 11 anak yang terlibat geng motor di Garut dihadirkan. Mereka datang dengan orang tua masing-masing.

Kepala desa dan kepala sekolah mereka juga turut diundang.

Peran orang tua dan sekolah maupun lingkungan menurutnya sangat diperlukan untuk memantau dan memberikan perhatian agar anak tidak terlibat dengan hal-hal yang dapat merugikan dirinya sendiri.

"Kami juga memberikan santunan kepada keluarga, dalam hal ini adalah ibunya, dan memanggil kepala skolah, untuk memberikan sentuhan yang lebih baik lagi, lebih dalam lagi untuk masa depan anak," ujarnya kepada awak media.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved