Senin, 1 Juni 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kolesterol

Kaki Sering Nyeri, Awas! Bisa Jadi Tanda Kolesterol Tinggi yang Bisa Picu Serangan Jantung

Penyakit kolesterol tinggi bisa disebut sebagai pembunuh senyap yang jarang disadari penderita, karena kolesterol tinggi bisa picu serangan jantung

Tayang:
Editor: dedy herdiana
Ist
Ilustrasi Kolesterol tinggi - Awas! Sering mengalami nyeri atau sakit di bagian kaki, hingga mengalami kram atau kejang otot ternyata itu bisa jadi sebagai tanda kolesterol tinggi. 

TRIBUNCIREBON.COM - Satu di antara tanda-tanda kolesterol tinggi ternyata bisa dirasakan di kaki.

Terungkap, sering mengalami nyeri atau sakit di bagian kaki, hingga mengalami kram atau kejang otot ternyata itu bisa jadi sebagai tanda kolesterol tinggi.

Dan ingat, kolesterol tinggi sudah menjadi momok bagi manusia.

Baca juga: Cuma Lakukan 5 Langkah Ini, Berikut Cara Mudah Cek Kadar Kolesterol di Rumah yang Benar

Penyakit kolesterol tinggi ini bisa disebut sebagai pembunuh senyap yang tak banyak disadari penderita, karena kolesterol tinggi bisa memicu penyakit mematikan, seperti serangan jantung.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebutkan, kolesterol tinggi tidak mempunyai gejala apa pun.

Gejala atau tanda yang muncul sebenarnya merupakan akibat dari penyakit atau gangguan kesehatan akibat kolesterol yang terlalu tinggi.

Oleh karena itu, penderita sering sulit mengenali apakah kadar kolesterol dalam darah sudah melewati batas aman atau belum.

Adapun, salah satu masalah kesehatan karena kolesterol tinggi adalah penyakit arteri perifer atau PAD (peripheral arterial disease).

Sama seperti kolesterol, penyakit ini tidak menimbulkan gejala dan berkembang secara perlahan.

Namun saat tiba-tiba merasakan kram atau kejang otot pada kaki, bisa jadi tanda Anda terkena PAD akibat kadar kolesterol yang tinggi.

Kram kaki bisa jadi tanda kolesterol Kolesterol, seperti menurut American Heart Association, merujuk pada tingginya kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) dalam darah.

Saat kolesterol jahat dalam darah tinggi, perlahan-lahan mereka akan menumpuk pada dinding bagian dalam arteri atau pembuluh nadi.

Akibatnya, seseorang berisiko mengalami penyumbatan arteri. Sumbatan ini disebut pula dengan plak.

Plak tersebut akan menghambat aliran darah pada arteri yang memberi asupan ke jantung dan otak.

Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit serius, termasuk penyakit jantung dan stroke.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved