Breaking News:

Para Pelaku Kejahatan Diburu Polres Kuningan, Dalam 10 Hari 84 Orang Diamankan, Ini Kata Kapolres

Para pelaku kejahatan tersebut diamankan saat Polres Kuningan menggelar Operasi Pekat Lodaya 2022.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
Kapolres Kuningan, AKBP Dhany Aryanda didampingi Kasat Reskrim AKP M Hafid Firmansyah saat konferensi pers, Kamis (22/12/2022). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Petugas kepolisian di Kuningan berhasil mengungkap sekaligus menangkap sebanyak 84 terduga pelaku kejahatan di wilayah hukum Kuningan.

Tindakan penangkapan itu bersamaan dengan kegiatan Operasi Pekat Lodaya Tahun 2022 yang digelar Satreskrim Polres Kuningan selama 10 hari (7-16 Desember 2022).

"Selama Operasi Pekat, kami berhasil melakukan sebanyak 65 kali kegiatan. Operasi Pekat Lodaya ini digelar untuk menciptakan kondisi aman menjelang liburan natal dan tahun baru 2023 dan ada 84 terduga pelaku kejahatan kami tangkap," kata Kapolres Kuningan, AKBP Dhany Aryanda didampingi Kasat Reskrim AKP M Hafid Firmansyah, di Mapolres, Kamis (22/12/2022).

Dari 65 kegiatan operasi pekat dan sebanyak  84 terduga pelaku kejahatan ditangkap, kata AKBP Dhany, 4 pelaku yang merupakan target operasi dan 80 pelaku bukan target operasi.

"Keempat pelaku yang merupakan target operasi ini disebutkannya, adalah 1 pelaku pencurian dengan kekerasan kejahatan jalanan, 1 pelaku premanisme, 1 pelaku prostitusi online dan 1 pelaku miras," katanya.

Di samping itu, dari 80 pelaku non-TO, di antaranya ada 26 pelaku penjualan minuman keras, 7 pelaku pak ogah, 6 pelaku pemuda nongkrong, 31 pelaku parkir liar dan 1 pelaku prostitusi.

"Kemudian, 1 pelaku pidana kekerasan seksual, 1 pelaku curas, 2 pelaku curanmor, 1 pelaku narkotika jenis ganja, 2 pelaku pencurian dengan pemberatan," ujarnya.

Selain itu, ada 1 pelaku penjualan obat-obatan keras terbatas tak berizin serta 1 pelaku pelanggaran undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 (senjata tajam) dan atau pengerusakan.

"Tindak lanjutnya kami memproses sejumlah pengungkapan ini dengan 1 tipiring, 10 penyidikan dan 73 kasus dilakukan pembinaan. Kemudian, Satreskrim Polres Kuningan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya, 647 botol minuman keras berbagai jenis, 223 botol minuman keras jenis ciu, dan miras oplosan jenis tuak sebanyak 6,5 jeriken dan 32 liter (total 385 liter tuak)," ujarnya.

Lainnya ada barang bukti yang diamankan dari para pelaku adalah 1 kaos warna hitam, 1 bukti visum dan uang tunai sejumlah Rp 55.700 (dari pelaku premanisme).

Kemudian, barang bukti uang tunai Rp 300 ribu, 1 sweater lengan panjang, 1 celana panjang, 1 kaos berlengan pendek,  celana pendek berwarna hitam dari pelaku prostitusi, dan 1 tiket bus dari pelaku prostitusi (pelecehan seksual).

"Dari pelaku kejahatan jalanan/ geng motor, diamankan 1 unit Handphone, 4 unit sepeda motor, 1 buah BPKB sepeda motor, 6 buah mata kunci astag/Letter T beserta pegangannya, 1 buah magnet (pembuka kunci), kunci astag/Letter T," katanya.

Barang bukti lainnya, diamankan juga 27,82 gram ganja kering, 25 biji ganja, 14 benih tumbuhan ganja, 1 unit lemari es yang telah diambil mesinnya, 1 unit mesin cuci yang telah diambil mesinnya, kerangka kayu meja mesin jahit, 1 buah kursi kecil warna hijau, 2 unit Handphone, 1 buah brankas, dan uang tunai sebanyak Rp 10 juta.

"Kemudian dari penjual obat terlarang tanpa ijin, diamankan 32 butir obat jenis Trihexyphenidyl, 5 butir obat jenis Tramadol HCI, 1 buah tas slempang, uang hasil penjualan Rp 325 ribu, 1 unit handphone. Kemudian, ada juga barang bukti 1 buah golok berserta sarungnya dan 1 piringan rem yang sudah dimodifikasi seperti pisau," katanya.

Baca juga: Ada 9 Bangunan Rumah Warga Ambruk Setelah Gempa, Ini Penjelasan Kepala BPBD Kuningan

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved