Breaking News:

Gempa Kuningan

Ada 9 Bangunan Rumah Warga Ambruk Setelah Gempa, Ini Penjelasan Kepala BPBD Kuningan

Sembilan bangunan ambruk setelah gempa Kuningan subuh tadi. Sebelumnya rumah tersebut rusak karena abrasi sungai.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: taufik ismail
Istimewa
Imbas gempa bumi M 3,8 yang mengguncang Kuningan menimbulkan kerusakan seperti bangunan warga di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, ambruk hingga rusak parah. Ini penjelasan dari BPBD. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sebanyak 9 bangun rumah warga di Kuningan ambruk hingga muncul kerusakan cukup parah.

“Ada 1 dari sembilan bangunan rumah warga rusak itu tergolong pada kategori rutilahu. Bangunan rutilahu itu milik Pak Maman Daiman di Desa Susukan, Kecamatan Cipicung, yang sebelumnya mengalami retak-retak dan miring," kata Kepala BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana.

Mengenai bangunan rumah warga ambruk di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, semata bukan akibat guncangan gempa bumi.

Melainkan diketahui pada tekstur tanah di sana mengalami gerakan hingga sejumlah bangunan terancam roboh dan itu terjadi.

"Ya, untuk bangunan rumah warga di Desa Cijemit, itu sebelumnya telah terjadi gerakan tanah hingga mengancam pada bangunan rumah warga roboh. Bersamaan dengan peristiwa gempa pagi tadi, bangunan miring akibat gerakan tanah itu ada yang ambruk," katanya.

Terjadi gerakan tanah, kata Indra menyebut, itu di antaranya akibat dari gerusan arus air sungai yang menghantam bibir sungai di sepanjang bantaran Sungai Cipedak di daerah setempat.

“Usai melakukan penggalian info di lapangan, rumah ambruk di Desa Cijemit itu terkena dampak banjir bandang beberapa waktu lalu. Rumah memang sudah retak dan tidak ditempati oleh penghuninya, dampak adanya gempa sekarang tembok rumah roboh," katanya.

Kemudian, dalam data kita dari beberapa daerah ditemukan ada 9 rumah mengalami kerusakan.

Sebanyak 4 rumah rusak berat dan 5 rumah rusak sedang di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, Kuningan.

Sementara Sekretaris Desa Cijemit, Kastam mengatakan, bangunan rumah yang ambruk di desa itu, bukan semata imbas dari gempa.

Melainkan dari rumah warga yang mengalami pergeseran tanah hingga terjadi ambruk.

Sekadar informasi sebelumnya, imbas terjadi gempa bumi guncang Kuningan, dengan kekuatan 3,8 M, menimbulkan kerusakan hingga terjadi bangunan warga di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, mengalami ambruk hingga rusak parah.

Dalam video berdurasi 11 detik dan 15 detik yang dilengkapi dengan caption menuliskan Cijemit, Ciniru, terlihat rumah yang rusak.

"Mengenai video viral bangunan rumah warga ambruk, kata info didapat itu akibat terjadi guncangan gempa sekitar waktu subuh tadi," kata Irman salah seorang warga di Kecamatan Kuningan, sembari memperlihatkan video bangunan rusak di perangkat gadget.

Adanya kejadian kerusakan bangunan rumah warga akibat gempa, Kepala BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana mengatakan, video beredar soal bangunan rumah warga ambruk itu benar. "Ada bangunan roboh itu benar, kemudian perlu diketahui sebelumnya. Bangunan ambruk itu diketahui retak saat berlangsungnya hujan kemarin hingga sore hari," katanya.

Terlepas dengan info heboh, Indra menyebut, petugas BPBD hingga saat ini, sedang melakukan pengawasan dan pengecekan langsung ke beberapa daerah dalam pengumpulan keterangan dan pendataan dampak gempa bumi.

"Untuk dampak gempa, apakah ada kerusakan ada sejenisnya. Yang jelas tidak ada korban dan hingga sekarang, kami masih melakukan pendataan dan pengumpulan data di lapangan," ujarnya.

Baca juga: Guncangan Gempa Kuningan Dirasakan Hampir di Seluruh Majalengka, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved