Rabu, 29 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Gunung Semeru Erupsi

Selain Harus Waspada Lahar Dingin, Awan Panas & Batu Pijar Gunung Semeru, PVMBG Catat 19 Kali Gempa

PVMBG melaporkan, update aktivitas Gunung Semeru hingga Senin (5/12/2022) pukul 12.00 WIB telah memicu 19 kali gempa.

Penulis: dedy herdiana | Editor: dedy herdiana
PVMBG
Selain Harus Waspada Lahar Dingin, Awan Panas & Batu Pijar Gunung Semeru, PVMBG Catat 19 Kali Gempa, Senin (5/12/2022). 

TRIBUNCIREBON.COM - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, update aktivitas Gunung Semeru meletus hingga Senin (5/12/2022) pukul 12.00 WIB telah memicu 19 kali gempa.

Gempa - gempa dari Gunung Semeru erupsi tersebut terdiri dari 18 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 16-23 mm, dan lama gempa 85-115 detik; dan 1 kali gempa guguran dengan amplitudo 8 mm dan lama gempa 50 detik.

Sebelumnya pun dikabarkan, Gunung Semeru yang sudah dalam status Awas (level IV), hingga pukul 11.31 WIB masih terjadi erupsi.

Baca juga: Update Gunung Semeru, PVMBG: Erupsi Masih Terjadi, Waspadai Lahar Dingin, Awan Panas & Batu Pijar

Bahkan disebutkan pula masyarakat agar waspada terhadap perluasan awan panas, lahar dingin hingga lontaran batu ( batu pijar) pada jarak tertentu.

Petugas PVMBG, Mukdas Sofian, A.Md. melaporkan, terjadi erupsi G. Semeru pada hari Senin, 05 Desember 2022, pukul 11:13 WIB.

Namun Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 0 detik.

Baca juga: Ngeri, Langit Lumajang Gelap & 2 Dusun Ini Tertimbun Material Vulkanik, Imbas Erupsi Gunung Semeru

Berdasarkan kondisi tersebut, PVMBG merekomendasikan masyarakat:

1. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 17 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 19 km dari puncak.

2. Tidak beraktivitas dalam radius 8 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

3. Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Update aktivitas Gunung Semeru ini juga diumumkan di akun Twitter PVMBG:

"Terjadi #erupsi G. Semeru pada hari Senin, 05 Desember 2022, pukul 11:31 WIB. Abu letusan tidak teramati. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung. #PVMBG@id_magma," de,mikian tulis PVMBG, Senin (5/12/2022).

Baca juga: Mengenal Gunung Semeru, Ternyata Puncak Gunung Berasal dari India, Dibawa Dewa Brahma & Dewa Wisnu

Update Gunung Semeru sebelumnya picu 13 kali gempa

Status Gunung Semeru dari Siaga ( Level III) menjadi status Awas ( Level IV) pada Minggu (4/12/2022) terungkap sudah mengalami 13 gempa.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved