Breaking News:

UMK Kota Cirebon

Respons Buruh Soal Kenaikan UMK Kota Cirebon 2023, FSPMI: Harusnya 10 Persen

Buruh mengatakan seharusnya UMK Kota Cirebon 2023 naik 10 persen bukan 6,5 persen.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: taufik ismail
SHUTTERSTOCK/MACIEJ MATLAK via Kompas.com
Ilustrasi uang upah. Buruh mengatakan kenaikan UMK Kota Cirebon 2023 seharusnya 10 persen. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Depeko Kota Cirebon mengusulkan kenaikan UMK Kota Cirebon 2023 mencapai 6,576 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp 2.456.156.

Sekjen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya, M Machbub, menilai kenaikan UMK tersebut masih terlalu kecil.

Pasalnya, besaran kenaikan UMK 2023 yang mencapai Rp Rp 151.573,08 itu belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup para buruh.

"Harusnya 10 persen kenaikannya, itu paling layak untuk buruh, karena dalam dua tahun terakhir kenaikan UMK di bawah inflasi," kata M Machbub saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Rabu (30/11/2022).

Ia juga menyoroti rumusan penghitungan kenaikan UMK Kota Cirebon 2023 yang menggunakan nilai penyesuaian alpha sebesar 0,15.

Menurut dia, dari mana angka tersebut muncul dan dasar apa yang digunakan sehingga digunakan sebagai nilai penyesuaian penetapan UMK.

Pihaknya mengakui penetapan UMK Kota Cirebon 2023 berdasarkan Permenaker Nomor 18 Tahun 2022 menggunakan rumusan angka inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi dan dikali nilai alpha.

"Dalam aturan tersebut disebutkan rank nilai alpha ini dari 0,1 sampai 0,3, dan dalam usulan UMK Kota Cirebon 2023 nilai alphanya 0,15 ini dari mana," ujar M Machbub.

Machbub juga menggarisbawahi rumus perhitungan kenaikan UMK Kota Cirebon yang menggunakan nilai inflasi Provinsi Jawa Barat dan pertumbuhan ekonomi Kota Udang.

Padahal, jika menggunakan nilai inflasi provinsi maka nilai pertumbuhan ekonomi yang dipakai dalam penetapan UMK juga seharusnya untuk tingkat provinsi.

Jika menggunakan nilai pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon maka nilai inflasi yang digunakan juga seharusnya untuk tingkat Kota Cirebon bukan provinsi.

"Nilai alfa ini tidak diperlukan, sehingga dalam penetapan UMK Kota Cirebon 2023 cukup angka inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi," kata M Machbub.

Ia mengatakan, angka inflasi Jawa Barat dari September 2021 - September 2022 ialah 6,12 persen dan pertumbuhan ekonominya 5,88 persen sehingga seharusnya besarak kenaikan UMK Kota Cirebon 2023 sebesar 12 persen.

Namun, pihaknya mengakui dalam Permenaker Nomor 18 Tahun 2022 juga disebutkan besaran maksimal kenaikan UMK ialah 10 persen.

"Kami meminta kenaikan UMK Kota Cirebon 2023 sebesar 10 persen, ini untuk menjaga daya beli masyarakat juga, karena 6,576 persen terlalu kecil," ujar M Machbub.

Baca juga: UMK Kota Cirebon 2023 Diusulkan Naik 6,5 Persen Jadi Rp 2.456.156, Ini Alasannya

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved