Breaking News:

Bupati Kuningan Bertahan Diguyur Hujan Saat Menerima Aksi Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM

Bupati Kuningan H Acep Purnama terpaksa bertahan saat diguyur hujan saat menerima pendemo dari aktivis mahasiswa Muhammadiyah

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Bupati Kuningan H Acep Purnama terpaksa bertahan saat diguyur hujan saat menerima pendemo dari aktivis mahasiswa Muhammadiyah yang terus melakukan penolakan kenaikan BBM di depan Kantor Bupati Kuningan, Jumat (16/9/2022). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Bupati Kuningan H Acep Purnama terpaksa bertahan saat diguyur hujan saat menerima pendemo dari aktivis mahasiswa Muhammadiyah yang terus melakukan penolakan kenaikan BBM di depan Kantor Bupati Kuningan.

"Iya, mungkin senang juga hujan - hujanan. Terus kaitan dengan penerimaan dari pendemo, itu sebanarnya sudah kami katakan menolak kenaikan harga BBM tersebut," kata Acep saat menjawab pertanyaan wartawan, usai menghadiri kegiatan aksi unjuk rasa tadi, Jumat (16/9/2022).

Baca juga: Mahasiswa Kembali Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Kawal Kesepakatan dengan Bupati dan DPRD Kuningan 

Seratusan Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Kuningan kembali turun melakukan aksi demo di jalanan depan Pendopo Kuningan, Jumat (16/9/2022).
Seratusan Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Kuningan kembali turun melakukan aksi demo di jalanan depan Pendopo Kuningan, Jumat (16/9/2022). (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

Tidak hanya itu, kata Acep mengaku adanya kenaikan harga BBM itu jelas berdampak pada sendi sektor ekonomi masyarakat. Namun dari dampak itu, pemerintah daerah Kuningan memiliki keputusan atau win solusi untuk permasalahan tersebut.

"Win solusi yang kami berikan itu jelas. Pemerintah telah menyediakan anggaran sekitar 2 persen dari APBD atau sekitar 64 atau 65 miliar untuk diberikan kepada masyarakat. Tentu, mereka (masyarakat) yang menerima itu, benar - benar warga kurang mampu," katanya.

Upaya menyakinkan bahwa warga kurang mampu itu layak sebagai penerima bantuan dampak BBM, kata Acep mengaku bahwa ini sedang dilakukan pendataan lebih akurat.

"Iya, untuk calon penerima itu dipastikan benar warga kurang mampu. Jadi, saat ini akan di agenda pendataan ulang hingga calon penerima nanti benar, warga kurang mampu," katanya.

Kaitan dengan pembuatan surat pernyataan penolakan terhadap pemerintah provinsi Jabar, kata Acep mengklaim bahwa itu akan dilakukan dan tindakan melayangkan surat itu akan melibatkan mahasiswa juga.

"Untuk surat penolakan kita buat dan mengirimkan surat ke Provinsi Jabar itu akan melibatkan mahasiswa. Biar pemerintah provinsi tahu kondisi kami di daerah seperti apa," katanya.

Terlepas dengan tadi, sebelumnya berlangsung pelaksanaan aksi unjuk rasa penolakan kenaikan BBM yang berlangsung di depan Kantor Bupati Kuningan, dari komponen mahasiswa STKIP Muhamadiyah Kuningan.  Kontan membuat Jalan Siliwangi mengalami kemacetan hingga sejumlah kendaraan mengular hingga kiloan meter.

Terpantau di lokasi unjuk rasa tadi, petugas kepolisian langsung melakukan penguraian dengan menggunakan water barrier untuk mengahadang kendaraan agar lebih tertib.

"Adanya kemacaten ini wajar, karena adanya pelaksanaan demo. Toh kita juga melakukan pengaturan pada arus lalulintas," kata Kasat Polantas Polres Kuningan, AKP Vino Lestari saat memberikan keterangannya di lokasi setempat, Jum'at (16/9/2022).

Vino menilai kejadian kemacaten terjadi tidak begitu parah, kemudian arus lalu lintas juga berjalan lancar dengan merayap.

"Untuk kemacaten itu tidak parah ya, ini bisa lihat kendaraan masih bisa berjalan dengan merayap," katanya.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved