Breaking News:

Harga BBM Naik Jadi Alasan Armada Elf Jurusan Kuningan-Cirebon Mogok, Ini Penjelasan Sang Sopir

Akibat harga bahan bakar minyak (BBM) naik, membuat sopir sejumlah angkutan umum jurusan Kuningan - Cirebon ini memilih mogok massal

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Kondisi awak kendaraan umum jurusan Kuningan-Cirebon yang memilih mogok operasi saat di tempat pencucian mobil di Kecamatan Kramatmulya, Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Akibat harga bahan bakar minyak (BBM) naik, membuat sopir sejumlah angkutan umum jurusan Kuningan - Cirebon ini memilih mogok massal.

Hal itu menyusul belum keputusan pemerintah soal ketentuan biaya jasa angkutan tersebut.

"Sebenarnya, kami milih mogok dan mobil kami gak beroperasi itu, karena BBM naik. Itu  yang pertama alasan kuat kami," kata Roni, salah seorang pengemudi angkutan umum, saat ditemui di lokasi pemandian mobil di Kecamatan Kramatmulya, Kuningan, Selasa (6/9/2022).

Roni mengatakan, alasan lain membuat tidak beroperasinya kendaraan umum itu, jelas tidak ada perhatian dari pemerintah.

"Terutama soal ketentuan ongkos atau tarif. Bagi kami, inginnya tarif itu naik Rp 2 ribu untuk umum dan setengahnya untuk kelas pelajar," katanya.

Baca juga: Imbas Harga BBM Naik, Sepeda Listrik Ini Kini Diburu Masyarakat: Rp 9 Jutaan

Menurut Roni, tarif  jasa transportasi darat Kuningan - Cirebon itu sekitar Rp 12 ribu. "Jadi, kalau naik Rp 2 ribu, ongkos terbaru narik kalau legalkan pemerintah itu bisa Rp 14 ribu untuk umum dengan jurusan Kuningan - Cirebon dan untuk pelajar naik Rp 1 ribu. Bila kelas pelajar atau mahasiswa ongkos sekarang Rp 11 ribu, nanti bisa jadi Rp 12 ribu," ujarnya.

Sementara untuk ketentuan ongkos transportasi angkutan umum dan perdesaan seperti diberitakan sebelumnya, muncul perubahan tarif sementara.

 "Berdasarkan hasil rapat dan surat keterangan dinas perhubungan nomor 551.21//479/AKT tentang Penetapan Tarip Angkutan Umum Sementara," ungkap Pengurus Organda Kuningan, Toto Tipung saat memberikan keterangan kepada TribunCirebon.com, Senin (5/9/2022).

Rapat Koordinasi antara DPC Organda Kabupaten Kuningan dan HPPI Kabupaten Kuningan tanggal 5 September 2022 bertempat di Aula Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan menghasilkan penyesuaian tarif angkutan umum.

"Kami bersepakat untuk sementara menaikan tarip angkutan umum untuk kelas masyarakat umum dari Rp 4 ribu menjadi Rp 5 ribu. Kemudian, untuk Pelajar/Siswa dari Rp. 2 ribu menjadi Rp 3 ribu. Sedangkan, untuk Angkutan perdesaan sebesar Rp. 592,50 per penumpang per kilometer,* katanya.

Mengenai perhitungan untuk tarif angkutan perdesaan itu melalui jarak tempuh dan memiliki batas bawah dan batas atas.

"Misal, ongkos angdes berjarak 9 KM itu sebelumnya Rp 4300 kini menjadi Rp 7 ribu. Kemudian untuk jarak tempuh jauh, misal jurusan Kadugede - Cilebak itu 32 KM dari ongkos semula Rp15200 kini Rp 24700," katanya.

Menyinggung soal tarif AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) dan AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi), Toto mengaku tidak mengetahui persis, namun ongkos jurusan Jakarta - Kuningan itu mengalami perubahan hingga sekitar 20 persen. "Untuk ongkos AKDP dan AKBP saya gak tahu, tapi tadi ada bocoran tarif jurusan Jakarta - Kuningan itu ada kenaikan sekitar 20 persen. Semula Rp 110 ribu kini Rp 130 ribu," katanya.

Selain itu, kata Toto mengaku dalam keterangan berdasarkan Surat Edaran ini berlaku sampai dengan ada penetapan, sesuai dengan hasil perhitungan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) yang ditetapkan dengan peraturan Bupati Kuningan. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved