Breaking News:

FAKTA Terbaru Kasus Purnawirawan TNI Tewas Ditusuk di Lembang, Pelaku Bohong hingga Diteriaki Warga

Akhirnya, polisi mengungkap fakta baru terkait kasus penusukan yang dilakukan HH (30) terhadap Letkol Inf (Purn) Muhammad Mubin (63).

Editor: dedy herdiana
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Pihak kepolisian mengungkap fakta baru terkait kasus penusukan yang dilakukan HH (30) terhadap Letkol Inf (Purn) Muhammad Mubin (63) 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Akhirnya, polisi mengungkap fakta baru terkait kasus penusukan yang dilakukan HH (30) terhadap Letkol Inf (Purn) Muhammad Mubin (63).

Peristiwan itu terjadi di Jalan Adiwarta, RT 01/12, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Fakta baru tersebut terungkap saat polisi menggelar rekonstruksi di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Senin (5/9/2022).

Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan Letkol Inf Purn Mubin yang Ditusuk Aseng, Puluhan Purnawirawan Turut Kawal

Dalam rekonstruksi tersebut tersangka memperagakan 27 adegan dari mulai dalam rumah hingga melakukan penusukan saat korban di dalam mobil.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, berdasarkan keterangan awal bahwa pelaku pembunuhan tersebut mengaku memasak nasi goreng sebelum melakukan penusukan terhadap korban.

"Tetapi pada kenyataannya, apalagi setelah rekonstruksi kita lihat tidak ada fakta tersebut (memasak nasi goreng)," ujarnya saat ditemui seusai rekonstruksi di lokasi kejadian, Senin (5/9/2022).

Pihak kepolisian mengungkap fakta baru terkait kasus penusukan yang dilakukan HH (30) terhadap Letkol Inf (Purn) Muhammad Mubin (63)
Pihak kepolisian mengungkap fakta baru terkait kasus penusukan yang dilakukan HH (30) terhadap Letkol Inf (Purn) Muhammad Mubin (63) (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Fakta yang ada dalam rekonstruksi itu, kata dia, pelaku pembunuhan tersebut turun langsung ke bawah dari lantai dua rumahnya dengan berbekal pisau di dalam kantong, kemudian langsung keluar rumah.

"Kemudian fakta kedua yang kita temukan, bahwa ada kebohongan terkait penggunaan pisau. Dimana saat barang bukti diberikan, pisaunya merupakan pisau dapur," kata Ibrahim.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium forensik, kata dia, tidak ditemukan identifikasi adanya darah dalam pisau dapur tersebut.

"Sehingga penyidik melakukan konfrontasi terhadap tersangka dan menanyakan kembali terkait pisau yang digunakan (untuk menusuk), ternyata pisau tersebut bukan pisau sebenarnya," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved