Minggu, 19 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kasus Brigadir J

Komnas Perempuan Perjelas Dugaan Perilaku Brigadir J ke Putri, Komnas HAM: Pacarnya Bisa Menguatkan

kekerasan seksual itu terjadi pada 7 Juli 2022 sore hari. Setelah kejadian, Putri ditemukan di depan kamar mandi oleh Susi dan Kuat Maruf

Editor: dedy herdiana
(kolase Instagram)
Ferdy Sambo dan istri Putri Candrawathi. (Foto kanan) Brigadir J 

Menurut Komnas HAM, Putri melaporkan kejadian kekerasan seksual yang dialaminya kepada Ferdy Sambo.

Kesaksian itu juga sudah dimasukkan ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Baca juga: Keluarga Brigadir J Tak Percaya Yosua Lecehkan Putri Candrawathi, Desak Komnas HAM Tunjukkan Bukti

Ibu Brigadir J, Rosti Simanjuntak usai berdoa di makam Brigadir J menangis histeris saat proses ekhumasi makam Brigadir J, Rabu (27/7/2022).
Ibu Brigadir J, Rosti Simanjuntak usai berdoa di makam Brigadir J menangis histeris saat proses ekhumasi makam Brigadir J, Rabu (27/7/2022). ((KOMPAS.com/SUWANDI))

Percakapan grup yang dihapus usai pembunuhan

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, ada percakapan di grup WhatsApp yang dihapus sesaat sebelum dan sesudah pembunuhan Brigadir J.

"Beberapa komunikasi di WhatsApp group terputus, baru muncul kembali misalnya sejak tanggal 10 (10 Juli 2022) malam atau 11 dini hari itu baru muncul," kata Anam dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Komnas HAM, Jumat (2/9/2022).

"(Tanggal) 10 ke bawah itu nggak terekam jejak digitalnya karena memang dihapus," kata dia.

Selain itu, perusakan barang bukti juga dilakukan dengan membersihkan riwayat panggilan telepon dan data kontak.

Terdapat juga beberapa foto dari ponsel yang dihapus, termasuk jasad Brigadi J setelah ditembak.

Foto Setelah Brigadir J ditembak dan tergeletak di lantai rumah berwarna cokelat
Foto Setelah Brigadir J ditembak dan tergeletak di lantai rumah berwarna cokelat (Kompas TV)

Foto itu ditemukan Komnas HAM di recycle bin ponsel.

Penjelasan memar pada jasad Brigadir J Ketua tim dokter forensik otopsi kedua jenazah Brigadir J Ade Firmansyah Sughiarto mengatakan, memar di belakang lutut kanan akibat faktor pembusukan, bukan penganiayaan.

"Gambaran pembusukan saja yang tampak dari makroskopik (mata telanjang) seperti memar tadi," kata Ade dalam program acara Rosi di Kompas TV, Jumat (2/9/2022).

Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI M Choirul Anam di Kantor Komnas HAM RI Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2022) (kiri), Samuel Hutabarat menunjukkan foto anaknya, Brigadir J (kanan).
Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI M Choirul Anam di Kantor Komnas HAM RI Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2022) (kiri), Samuel Hutabarat menunjukkan foto anaknya, Brigadir J (kanan). (Tribunnews.com/Gita Irawan, Tribunjambi.com/Aryo Tondang)

Menurutnya, luka tersebut memang tampak seperti luka memar jika dilihat dengan pengamatan mata telanjang.

Namun, tim forensik mengambil sampel jaringan memar tersebut dan mendapat kesimpulan bahwa tak ada tanda memar akibat penganiayaan.

(Sumber: Kompas.com/Singgih Wiryono, Adhyasta Dirgantara, Rahel Narda Chaterine | Editor: Irfan Maullana, Fitria Chusna Farisa, Sabrina Asril, Ivany Atina Arbi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Brigadir J Diduga Perkosa Putri Candrawathi, Komnas HAM: Keterangan Pacar Perkuat Kesaksian Pelecehan Seksual Istri Ferdy Sambo"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved