Breaking News:

Hari Jadi Ke 524 Kuningan

Ribuan Warga Kuningan Tumplek Saksikan Acara Sakral Saptonan Hari Jadi Ke 524 Kuningan

Saptonan ini merupakan bagian kegaitan di Hari Jadi Kuningan, sebagai bentuk gotong royong dan kebersamaan warga dalam merayakan Hari Jadi Kuningan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Ribuan warga Kuningan tumplek di Lapang Bola Desa Ancaran, Kecamatan Kuningan, Minggu (1/9/2022). Mereka menonton kegiatan Saptonan sebagai rangkaian momen Hari Jadi ke-524 Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Ribuan warga Kuningan tumplek di Lapang Bola Desa Ancaran, Kecamatan Kuningan. Mereka menonton kegiatan Saptonan sebagai rangkaian momen Hari Jadi ke-524 Kuningan.

Bupati Kuningan H Acep Purnama menjelaskan, Saptonan ini merupakan bagian kegaitan di Hari Jadi Kuningan, sebagai bentuk gotong royong dan kebersamaan warga dalam merayakan Hari Jadi Kuningan.

"Kegiatan Saptonan ini rangakaian kegiatan Hari Jadi Kuningan. Dalam Saptonan ini, tidak lain sebagai bentuk pelestarian budaya warga Kuningan yang komitmen dalam kebersamaan dan saling gotong royong," katanya.

Baca juga: Viral Video Gubernur DKI Anies Baswedan di Momentum Hari Jadi Ke-524 Kuningan

Kemudian, kata Acep, bahwa Saptonan itu muncul dari penyebutan pada hari tertentu, yang biasa dilakukan masyarakat Kuningan pada jaman terdahulu. 

"Saptonan itu sebutan yang biasa dilakukan masyarakat Kuningan dahulu. Saptonan itu Sabtu an, atau hari Sabtu. Dimana dalam hari Sabtu itu waktu bagi masyarakat dalam menggelar kegiatan kebersamaan seperti ini," katanya.

Kegiatan Saptonan yang melekat, kata Acep menjelaskan, ini disertai upacara seba atau seserahan hasil bumi untuk sang raja dan kemudian, seserahan itu diberikan ulang kepada masyarakat luas.

"Iya, tadi ada upacara seba yang dilakukan oleh Kademangan (pejabat wilayah) daerah tertentu. Kademangan ini biasanya dari wilayah kawadanan atau sekarang itu eks kewadanan," katanya.

Jadi, kata Acep, dalam Seba itu biasanya dilanjutkan dengan lomba ketangkasan berkuda dalam menggunakan tombak dalam membidik sesuatu.

"Saptonan memang identik dengan lomba ketangkasan berkuda. Biasanya, peserta naik kuda dan membawa tombak untuk membidik sasaran yang telah ditentukan panitia. Disini, sasaran bidikan itu berupa lubang dibawah ember yang telah di modifikasi," katanya.

Di tempat yang sama, Kadisporapar Kuningan, Toto Toharudin mengatakan, ribuan warga itu hadir di acara Saptonan sekarang tentu terbukti dari penglihatan di lokasi.

"Seperti ini, dari peserta dalam Kademangan tadi. Itu jumlah peserta ada sekitar 1300 orang dan bisa dilihat warga lain yang hadir di kegiatan ini," katanya.(*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved