Breaking News:

Info Kesehatan

Ejakulasi Dini Pada Pria, Apa Bedanya dengan Disfungsi Ereksi? Ini Penjelasan Dokter

Ejakulasi dini menjadi salah satu permasalahan yang muncul dalam pasangan rumah tangga suami istri.

Istimewa
Ilustrasi. Ejakulasi dini pun berbeda dengan disfungsi ereksi. Dokter Spesialis Urologi, dr Dandy Tanuwidjaja, SpU dalam program Tribun Health menjelaskan perbedaannya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Ejakulasi dini menjadi salah satu permasalahan yang muncul dalam pasangan rumah tangga suami istri.

Hal ini muncul karena kondisi pada saat pria dan wanita yang melakukan hubungan intim kemudian ejakulasi, tetapi belum saat yang dilakukan pasangan.

Ejakulasi dini pun berbeda dengan disfungsi ereksi. Dokter Spesialis Urologi, dr Dandy Tanuwidjaja, SpU dalam program Tribun Health menjelaskan perbedaannya.

"Dalam kondisi ejakulasi dini, penis masih bisa ereksi maksimal tetapi keluarnya lebih cepat sedangkan disfungsi ereksi adalah seorang pria ereksinya terganggu. Maksudnya adalah dia tidak bisa ereksi sama sekali atau ereksi maksimal, atau penisnya tidak mengeras," ujar Dandy, Rabu (31/8/2022).

Baca juga: Laki-laki Lebih Rentan Alami Disfungsi Ereksi Jika Terpapar Covid-19, Itu Kata dr Andi Khomeini

Dandy menjelaskan kriteria disebut ejakulasi dini karena prosesnya terjadi kurang dari 1 hingga 3 menit setelah penetrasi terjadi.

Contohnya adalah ada yang mengalami ejakulasi saat memulai aktivitas seksual dan tidak pernah mengalami ejakulasi secara normal.

Lalu ada juga yang saat muda mengalami ejakulasi normal dan beberapa saat dalam hidupnya ada ejakulasi dini.

Ilustrasi
Ilustrasi (NET)

"Kriteria selanjutnya adalah kondisi ketika adanya kemampuan pria untuk mengontrol terjadinya ejakulasi," ujarnya.

Padahal pada pria ada kemampuan untuk mengontrol, menunda, atau menahan sebelum terjadi ejakulasi.

Jika kondisi ejakulasi ini mengganggu secara psikis dalam diri pasien, maka kata Dandy bisa mengakibatkan ada rasa tidak percaya diri, menghindari aktivitas seksual, bahkan bisa mengganggu hubungan pasangan menjadi tidak harmonis.

Namun meskipun seorang pria mengalami ejakulasi dini, tidak  akan mempengaruhi kualitas sperma sehingga kehamilan bisa saja terjadi.

"Kalau kasus ejakulasinya parah dan pasangan belum terjadi penetrasi tetapi sudah ejakulasi maka sperma keluar di luar vagina. Tetapi jika penetrasi sudah terjadi dan ejakulasi terjadi di vagina, kemungkinan bisa saja terjadi pembuahan,"  ujarnya.

Ia mengingatkan ejakulasi dini pun bisa sembuh dengan berbagai jenis terapi dan konseling bersama dokter.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved