Sosok

SOSOK Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang Resmikan Tahanan Militer SMS di Pomdam III/Siliwangi

Sosok Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang meresmikan tahanan militer Super Maximum Security di Pomdam III/Siliwangi

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Daniel Damanik
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman (tengah) meresmikan tahanan militer Super Maximum Security (SMS) di Pomdam III Siliwangi, Senin (29/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sosok Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang meresmikan tahanan militer Super Maximum Security (SMS) di Pomdam III Siliwangi, Senin (29/8/2022).

"Tahanan militer ini berbasis IT. Tingkat keamanannya sangat tinggi, dipastikan tahanan tidak akan bisa melarikan diri," kata Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Saat memasuki pintu masuk, setiap orang akan dideteksi menggunakan alat khusus. Orang yang masuk, akan terbaca di layar komputer, sehingga setiap pergerkannya akan diikuti sinar berbentuk persegi panjang.

Di setiap kamar tahanan akan dilengkapi kamera pengintai. Saat ditinjau langsung oleh KSAD, terlihat dari layar, tiga orang tahanan yang menggunakan baju kuning terlibat perkelahian.

Baca juga: SOSOK Kolonel Priyanto yang Disebut Penabrak Sejoli di Nagreg, Dua TNI Diserahkan ke Pomdam III/SLW

Melihat hal tersebut, petugas langsung memberikan peringatan secara berulang, namun tahanan tidak menghiraukan peringatan untuk tidak berkelahi di dalam tahanan.

Petugas memberikan peringatan melalui alat pengeras suara dan secara visualnya terlihat di layar.

Beberapa kali diberikan peringatan dan tak diindahkan, sejumlah petugas langsung masuk ke lokasi perkelahian dan menodongkan alat kejut seperti setrum.

Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengatakan bahwa setiap tahanan yang mendekam di tahanan ini pasti tidak bisa tenang. 

"Pasti akan stres, maka tahanan ini harus mengedepankan humanis. Karena semua kita pasti bisa berbuat salah. Bukan berarti prajurit yang ditahan tidak memiliki pengharapan, pasti masih ada harapan untuk lebih baik," katanya.

Terdapat 21 unit kamar di tahanan militer Super Maximum Security (SMS) Pomdam III Siliwangi. Kapasitasnya bisa menampung 54 orang tahanan.

Sementara, tahanan tersebut akan dijaga sebanyak 25 orang penjaga. Di dalam satu kamar akan dihuni 1 hingga 4 orang. Tahanan tersebut bersifat sementara, maksimal 200 hari masa penahanan dilakukan di tahan militer super maximum security tersebut.

Di Indonesia, tahanan militer dengan keamanan maksimal tersebut, masih dimiliki Kodam Jaya dan Kodam III Siliwangi.

KSAD mengatakan bahwa ke depannya akan dibangun tahanan super maximum security di setiap Kodam lainnya.

Pembangunan tahanan militer super maximum security ini diprakarsai oleh Jenderal TNI Andika Perkasa yang saat itu menjabat sebagai KSAD.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved