Breaking News:

Berita Indramayu

Jurus Jitu Pemkab Indramayu Sejahterakan Purna TKW, Beri Fasilitas Pelatihan hingga Modal Wirausaha

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu menggelar pelatihan usaha dalam program Perempuan Berdikari (PERI).

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Pelatihan usaha dalam program Perempuan Berdikari (PERI) di Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Kamis (11/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu menggelar pelatihan usaha dalam program Perempuan Berdikari (PERI).

Kegiatan kali ini diikuti oleh sejumlah masyarakat yang merupakan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW dari 5 kecamatan di Kabupaten Indramayu. Meliputi Kecamatan Haurgeulis, Anjatan, Patrol, Sukra, dan Gantar.

Kegiatan pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Indramayu, Nina Agustina.

Baca juga: Dukung Kebaya Goes To UNESCO, Ibu-ibu di Indramayu Senam Pakai Kebaya Jelang HUT Ke-77 RI

Nina Agustina mengatakan, pelatihan kewirausahaan bagi purna PMI ini adalah salah satu upaya dalam mendukung dan menyukseskan program PERI. Program PERI sendiri merupakan salah satu dari 10 program unggulan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

"Kita ketahui bersama bahwa Indramayu merupakan daerah kantong PMI di tingkat Provinsi Jawa Barat bahkan nasional. Kondisi ini tentunya akan menambah jumlah purna PMI setiap tahunnya sehingga harus diimbangi dengan upaya pelatihan kewirausahaan agar mampu berdikari melalui pemberdayaan ekonomi terhadap perempuan para purna PMI," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (11/8/2022).

Pelatihan usaha dalam program Perempuan Berdikari (PERI) di Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Kamis (11/8/2022).
Pelatihan usaha dalam program Perempuan Berdikari (PERI) di Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Kamis (11/8/2022). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Nina Agustina menjelaskan, program Peri merupakan sebuah program pemberdayaan ekonomi yang diberikan kepada perempuan purna PMI asal indramayu.

Yakni, dalam bentuk pelatihan kewirausahaan, pendampingan dan fasilitasi akses permodalan melalui perbankan yaitu dari Bank Jabar dan Banten (BJB) cabang Indramayu dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Karya Remaja Indramayu.

Dengan upaya tersebut, diharapkan kesejahteraan masyarakat bisa terwujud. Kendati demikian, untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri sehingga diharapkan adanya peran dari investor untuk dapat andil dalam membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui berbagai program.

Dalam hal ini, disampaikan Nina Agustina, pihaknya akan mempermudah proses perizinan bagi investor yang akan mendirikan perusahaan di Indramayu

Namun umpan baliknya, diharapkan pengusaha harus jujur dengan dibuktikan melalui pemberian CSR untuk kesejahteraan masyarakat.

Bupati Nina juga berpesan bila ada warga yang ingin bekerja di luar negeri harus sesuai dengan prosedur resmi dan peran kepala desa harus tegak lurus kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mensukseskan dan mendukung setiap kegiatan pemerintahan.

"Saya membuka interaksi seluas-luasnya dengan masyarakat. Namun ketika masyarakat akan melakukan laporan, prosedurnya harus berjenjang dari mulai kuwu," ujar dia.

Bupati Nina Agustina berharap, bahwa tidak selamanya perempuan Indramayu harus bekerja diluar negeri. Mereka juga bisa memiliki penghasilan yang cukup dengan berwirausaha di dalam negeri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved