Breaking News:

Pengakuan Pemuda Asal Kabupaten Cirebon yang Rudapaksa Pacarnya Sambil Merekam Video Sendiri

Berikut pengakuan pemuda asal Kabupaten Cirebon yang menjadi tersangka pelaku rudapaksa terhadap pacarnya sendiri yang masih di bawah umur.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton (kiri), saat mengintrogasi SN tersangka rudapaksa dalam konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (21/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Berikut pengakuan pemuda asal Kabupaten Cirebon yang menjadi tersangka pelaku rudapaksa terhadap pacarnya sendiri yang masih di bawah umur.

Wajah SN (21) tampak hanya tertunduk saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (21/7/2022).

SN yang kini berstatus tersangka tersebut terlihat mengenakan kaus dan celana oranye bertuliskan "Tahanan Polresta Cirebon" di punggungnya.

Pasalnya, pemuda yang sehari-hari berjualan itu terbukti merudapaksa pacarnya hingga berulang kali dan merekam video menggunakan ponselnya.

Baca juga: Pemuda Asal Kabupaten Cirebon Rudapaksa Pacarnya yang Masih di Bawah Umur Sambil Direkam Video

Suaranya terdengar pelan saat menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton, dalam konferensi pers itu.

"Saya lupa berapa kali, enggak ingat, tapi memang lebih dari sekali," ujar SN saat ditanya berapa kali melakukan tindakan bejatnya kepada korban.

Ia mengakui sengaja merekam video dan mengambil foto untuk berjaga-jaga ketika korban menolak untuk meladeni nafsu bejatnya.

Rekaman video dan foto tersebut digunakan sebagai senjata untuk memaksa serta mengacam korbannya yang merupakan anak di bawah umur.

Bahkan, SN mengaku sempat mengunggah foto dan video itu ke story Instagram serta status WhatsApp tetap dihapus kembali.

"(Korban) menolak sehingga saya unggah, tapi dihapus lagi karena menurut setelah diancam itu," kata SN di hadapan petugas.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton, menyampaikan, rekaman video dan foto yang diambil SN digunakan untuk mengancam korban.

Menurut dia, korban yang ketakutan terpaksa menuruti keinginan tersangka karena diancam foto dan video tersebut bakal disebarluaskan ke teman-temannya.

"Kami juga meminta bantuan psikolog untuk mendampingi korban. Jika mengalami trauma maka akan diberikan trauma healing," ujar Anton.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved