Breaking News:

Ibadah Haji 2022

Serangan Jantung, Seorang Calon Haji Asal Majalengka Meninggal di Arab Saudi Seusai Salat Subuh

Seorang calon haji asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat meninggal dunia di Arab Saudi, penyebab serangan jantung

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Dok/Petugas Haji asal Majalengka
Seorang calon haji asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat meninggal dunia di Arab Saudi pada Rabu (29/6/2022) waktu setempat. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Seorang calon haji asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat meninggal dunia di Arab Saudi pada Rabu (29/6/2022) waktu setempat.

Diduga, calon haji itu meninggal akibat serangan jantung.

"Ya benar, identitas jemaah bernama Anta Misda Jiam berusia 58 tahun. Tinggal di Desa Haurgeulis, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka. Ia masuk rombongan satu, regu dua. Bermaktab 38 (505), kamar 1110," ujar Ketua Tim Pembimbing Ibadah Haji, Faizal Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (30/6/2022).

Baca juga: Jemaah Haji Majalengka Ketahuan Bawa Magic Com, Golok hingga Rokok, Padahal Sudah Dilarang

Faizal Fikri menjelaskan, sejatinya tidak ada riwayat penyakit yang dideritanya, baik selama pemeriksaan ketika pemberangkatan atau saat berada di Tanah Suci. 

Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, korban sempat merasakan sakit di bagian dada.

Rasa sakit itu dirasakan dari kemarin sore waktu setempat dan puncaknya seusai melaksanakan salat subuh berjemaah di musala maktab (hotel) tempat menginap.

"Informasinya, usai salat subuh almarhum berjalan menaiki lift, dengan tangan memegang dada yang terasa sesak. Tiba di kamar, korban menyimpan peralatan salat dan duduk di lorong edifice sambil meraung-raung rasa sakitnya kian terasa. Hingga akhirnya korban hendak ke kamar, namun terjatuh di bawah lantai dengan posisi badan telentang."

"Seketika itu pula jemaah yang melihat langsung memberikan pertolongan pertama dengan langsung menghubungi dokter maupun paramedis Kloter 11 Jakarta-Bekasi (JKS) dr. Indah Komala Sakti dan perawat Munik Yeni, yang kamarnya tidak berjauhan."

"Tak hanya itu pula para petugas haji kloter pun turun tangan, baik saya, Ketua Kloter H Abdul Aziz dan TPHD Jejep Falahul Alam," ucapnya.

Meski sempat dibawa ke rumah sakit, nyawa jemaah tersebut tidak tertolong.

Menurut Faizal, dari hasil pemeriksaan sendiri almarhum tidak termasuk dari 30 orang calon haji yang memiliki risiko tinggi (risti) atau memiliki riwayat penyakit yang diidap jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

"Kalau sejak awal pemeriksaan yang dilakukan tim kementerian kesehatan selama tiga lapis, almarhum sehat. Namun diduga karena serangan jantung, nyawa almarhum tidak tertolong,” jelas dia.

Pihaknya mengingatkan, para jemaah agar selalu menjaga kesehatan dalam melaksanakan ibadah haji.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved