Buntut Temuan Kasus PMK, DKPPP Kota Cirebon Tutup Sementara UPT Balai Pengembangan Ternak Potong

Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) Kota Cirebon pun menutup UPT Balai Pengembangan Ternak Potong (BPTP) Kota Cirebon buntut PMK

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Ahmad Imam Baehaqi/Tribuncirebon.com
Suasana UPT BPTP Kota Cirebon yang ditutup sementara oleh DKPPP Kota Cirebon, Selasa (21/6/2022). Langkah ini dilakukan Pemkot Cirebon setelah adanya penemuan kasus pengakit mulut dan kaki (PMK) di Kota Cirebon. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Enam ekor sapi di Kota Cirebon dinyatakan positif terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

Karenanya, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) Kota Cirebon pun menutup UPT Balai Pengembangan Ternak Potong (BPTP) Kota Cirebon.

Kepala DKPPP Kota Cirebon, Yati Rohayati, mengakui penutupan sementara UPT BPTP itu dikarenakan temuan kasus PMK.

Sebab, menurut dia, kandang ternak yang terjangkit PMK lokasinya tak jauh dari UPT BPTP tersebut, yakni di wilayah Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Sapi di salah satu peternakan di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (25/5/2022).
Sapi di salah satu peternakan di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (25/5/2022). (Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)

"Penutupan sementara ini untuk mencegah penyebaran PMK," kata Yati Rohayati saat ditemui di DKPPP Kota Cirebon, Jalan Kalijaga, Kota Cirebon, Selasa (21/6/2022).

Ia mengatakan, di UPT BPTP Kota Cirebon juga terdapat 135 ekor sapi milik pemerintah, sehingga harus dijaga agar tidak terjangkit PMK.

Pihaknya memastikan, hingga kini kondisi selurub sapi yang dirawat untuk edukasi berternak tersebut sehat dan nafsu makannya tinggi.

Karenanya, setiap harinya BPTP itu kerap didatangi masyarakat dan para pelajar, tetapi saat ini kunjungan dari pihak luar ditutup untuk sementara waktu.

Baca juga: Puluhan Sapi di Kota Cirebon Suspek Penyakit Mulut dan Kuku, Kepala DKPPP: 6 Ekor Positif

"Saat ini, hanya petugas BPTP yang diizinkan keluar masuk kawasan balai tersebut untuk menghindari penyebaran PMK," ujar Yati Rohayati.

Yati menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya, karena penutupan sementara UPT BPTP itu.

Selain itu, pihaknya juga mencatat jumlah sapi yang suspek PMK mencapai 36 ekor, dan terdapat tujuh ekor sapi yang dinyatakan sembuh.

Hingga kini, ada dua ekor sapi yang terjangkit PMK terpaksa disembelih karena kondisinya cukup parah, bahkan terdapat seekor anakan sapi yang mati.

"Sapi terjangkit PMK yang mati itu merupakan pedet atau anakan, dan usianya juga kurang dari delapan bulan," kata Yati Rohayati.

Baca juga: Harga Sapi Kurban di Indramayu Masih Dijual Peternak dengan Harga Normal Meski Ada Wabah PMK

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved